Posts Tagged trials

masih ada harapan

Kadang ketika sudah lelah dengan berbagai cobaan hidup, kita mengeluh, merasa menjadi hamba termalang, merasa dihinakan serendah-rendahnya dengan ujian bertubi itu, merasa Allah tidak adil terhadap hamba-hambaNya, ingin lari dari kenyataan, ingin menggugatNya, ingin menjadi orang lain yang hidupnya dianggap lebih baik. Namun kita lupa bahwa setiap ujian itu pasti punya tujuan. Dan kalaupun memang benar tidak bahagia di dunia, bukankah ada kehidupan lain yang jauh lebih pantas kita harapkan? Itulah istimewanya orang beriman. Masih bisa mengharapkan akhirat di saat orang-orang kafir tak mampu mengharapkannya.


 

Allah, kalau semua ini akan membuahkan ridhoMu, kami ikhlas. Berilah kami kekuatan untuk melalui semuanya, dengan selapang-lapangnya hati. Bukan dengan sesak, dengki pada orang lain yang dikaruniai kehidupan yang  — menurut kami — lebih baik.

Allah, kalau semua ini akan meningkatkan derajat kami di hadapanMu, kami ikhlas. Berilah kami kekuatan untuk terus bersabar, dengan sebaik-baik do’a, ikhtiar dan tawakkal.

Allah, kalau ini semua akan meringankan hisab kami di akhirat nanti, kami ikhlas. Berilah kami kekuatan untuk tetap berbuat baik pada orang-orang yang menzhalimi kami.

Allah, kalau ini semua merupakan pertanda bahwa Engkau memilih kami, ingin kami lebih mendekatkan diri kepadaMu, kami ikhlas. Berilah kami kekuatan untuk lebih menguatkan iman, meningkatkan khauf dan raja’ hanya kepadaMu.

Allah, kalau ini semua merupakan peringatanMu atas kesalahan-kesalahan kami sebelumnya, kami ikhlas. Semoga dengannya lebih ringan hisab kami di pengadilanMu kelak, semoga dengannya dosa-dosa kami yang begiiiiiitu banyaknya itu berguguran.

Berilah kami keyakinan bahwa ini hanya di dunia. Berilah kami kebahagiaan di akhirat jika apa-apa yang di dunia sudah tidak dapat lagi kami harapkan. Jangan hukum kami atas kesalahan-kesalahan yang dengan terpaksa kami lakukan karena tidak mempunyai kekuatan untuk melawannya. Jangan bebani kami melebihi batas kesanggupan kami.

Ijinkan kami terus berharap, bahwa kami bisa menjadi wanita-wanita shalihah penyejuk mata suami, madrasah pertama dan terbaik bagi putra-putri kami.

Kami yakin Engkau sebaik-baik penolong, sebaik-baik tempat bergantung, sebaik-baik tempat mengadu, Engkau Maha Membolak-balikkan Hati, Maha Berkehendak dan Maha Menunjuki.

Hanya kepadaMu kami memohon segala sesuatu ya Allah. Kami percaya sekali bahwa jika ada satu hal yang mampu mengubah takdir, itu adalah do’a, kami akan terus berdo’a. Kami juga percaya, bahwa Engkau tidak akan membebani di luar batas kemampuan kami.

Kami mencintaiMu ya Allah. Dan kami ridho jika semua ini merupakan ketetapanMu.

 

 

Advertisements

Leave a Comment

ujian dan kesabaran

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datangnya pertolongan Allaah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allaah itu dekat.” (QS Al Baqarah: 214)

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?” (QS Al ‘Ankabut: 2)

Seseorang yang mengaku beriman pasti akan menemui ujian dalam hidupnya. Entah itu berupa kesenangan – hal yang disukai, atau kesedihan – hal yang dibenci. Banyaknya harta, anak-anak yang brilian, rumah dan perabotan mewah, jabatan tinggi, adalah beberapa ujian berupa kesenangan yang semestinya kita sikapi dengan penuh syukur.

Lalu jika suatu saat dalam hidup kita ditimpa kesedihan, langkah apa yang harus kita ambil untuk melaluinya? Ada satu kata yang begitu mulia. SABAR.

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allaah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS Al Baqarah: 45)

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allaah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allaah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah: 153)

“Dan bumi Allaah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS Az Zumar: 10)

Setiap orang yang beriman pasti diuji. Setiap orang yang ingin meneguhkan dirinya, menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allaah, menetapkan diri di atas jalan yang lurus, pasti akan menemui ujian. Itu pasti, niscaya. Dan seringkali ujiannya berupa suatu hal yang tidak kita sukai. Pahit, sungguh pahit cobaan itu. Tapi yakinlah, Allaah tidak akan menimpakan cobaan yang kita tidak sanggup untuk menanggungnya. Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa. Sangat jelas perkataan Allaah dalam ayat terakhir surah Al Baqarah.

Allaah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya. Apalagi hamba yang ingin mendekatkan diri padaNya. Ingin beribadah kepadaNya dengan sepenuh cara. Selalu ada ujian saat ingin melakukan ketaatan. Allaah ingin menguji sejauh mana kesungguhan kita dalam menaatiNya. Menguji komitmen kita, syahadat yang selalu kita lantunkan dalam setiap shalat kita.

Setiap kesulitan yang datang menimpa kita, jangan pernah berhenti yakin dan berharap, bahwa itu semua akan menjadi penggugur dosa-dosa kita, yang meringankan hisab di akhirat nanti. Insya Allaah.

Setiap kezhaliman yang dilakukan orang lain pada kita, setiap kenyataan pahit yang harus kita terima, setiap keadaan yang tidak menyenangkan dan tidak sesuai dengan harapan, itu adalah cara Allaah untuk menguji kita, seperti apa kesabaran kita. Jika kita mampu mengahadapinya dengan sepenuh kesabaran, derajat kita akan diangkat. Namun jika tidak, kita mengeluh, marah-marah, berkata kasar, mengingkari takdir Allaah, menyesal terhadap semua yang telah terjadi, yaaa kita akan selalu diuji dan diuji dengan permasalahan yang sama sampai kita mampu mengahadapinya dengan baik.

Namun, sekuat-kuatnya kita, sesabar-sabarnya kita, tetap saja kita butuh sesuatu atau seseorang untuk menumpahkan semua kegundahan. Tentu sebaik-baik tempat untuk mengadu adalah Allaah. Maka menangislah dalam setiap sujud kita, basahilah sajadah kita dengan memujiNya dan meminta pertolonganNya agar dikuatkan menghadapi segala kesulitan. Kita selalu butuh Allaah. Dengan kegundahan itu, Allaah seperti mengingatkan kita bahwa Dia adalah sebaik-baik tempat untuk bergantung, meminta pertolongan.

Tidak ada salahnya juga untuk mengeluhkan permasalahan yang rasa-rasanya tidak dapat kita tanggung sendirian. Bagilah ia kepada orang-orang terdekat yang bisa kita percaya. Sepanjang orang itu tidak mempunyai niat buruk untuk semakin menghancurkan kita, mengompori kita untuk bermaksiat padaNya, membuat kita semakin sedih dan ingin mengeluh terus. Paling baik jika orang itu menasihatkan sabar.

Saat iman diuji, tak perlulah kita menceritakan detailnya di socmed. Nyetatus, ngetwit, atau apalah yang berbau kegundahan hati kita. Cukup Allaah dan orang-orang terdekat kita saja yang tahu. Apakah menulis status di FB dapat menyelesaikan masalah? Bukannya malah mengundang orang-orang untuk menanggapi, berkomentar apa saja, terhadap suatu masalah yang seharusnya kita simpan rapat.

Sebagai penutup, saya kutipkan perkataan Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah tentang kesabaran,

“Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….”

Sabar memang sulit. Hanya orang-orang terpilih yang mampu melakukannya. Namun pahalanya tanpa batas, sehingga sabar itu harusnya tanpa batas, tak bertepi. Jika ada yang mengatakan, “sabar itu juga ada batasnya” berarti dia sudah tidak sabar. Semoga kita semua mampu melalui semua ujian dan cobaan yang diberikanNya dengan sepenuh kesabaran. Aamiin.

 

Leave a Comment