Archive for Uncategorized

Toilet Training: Melatih Anak BAB dan BAK di Toilet

Dunia Sehat

Kemandirian mengendalikan hajat buang air besar dan buang air kecil merupakan tugas perkembangan yang harus dikuasai oleh semua anak. Anak dikatakan lulus menguasai ketrampilan toilet training ini ketika anak bisa jalan sendiri ke toilet kemudian membuka celana untuk buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB) dan kembali memakai celananya lagi. Dan, seluruh ketrampilan ini tentu saja harus kita perkenalkan secara bertahap. 

Syarat mengajari anak BAB dan BAK adalah kesiapan diri anak dan ibu. Anak pasti akan bisa mengontrol keinginan BAB dan BAK ketika secara fisik anak telah siap, ketika anak telah ingin tetap bersih dan kering. Tanda-tanda ini mulai ditunjukkan ketika anak berumur 18 – 24 bulan, terkadang lebih cepat dan bisa juga lebih lambat.

Kita tidak boleh memaksa anak. Anak yang dipaksa justru akan ketakutan. Masa-masa training toilet ini adalah termasuk dalam masa dimana anak rentan mengalami tindak kekerasan (dibentak, dicubit, dimarahi, dll) karena harapan orang tua melampaui…

View original post 1,451 more words

Comments (2)

Tentang Memilih Pasangan

ini nih, pentingnya meluruskan niat sebelum menikah

You'll Never Walk Alone

Pertanyaan: Ustadz, mengapa agama yang baik menjadi syarat utama dalam memilih pasangan (menikah)?

Jawab:

Menikah merupakan ibadah untuk membangun keluarga di atas kerangka agama Islam yang lurus. Karena menikah adalah sebuah ibadah, maka kita harus berkeinginan kuat agar setelah menikah dapat mewujudkan ibadah tersebut yang diiringi dengan ibadah-ibadah lainnya.

Dan untuk membangun keluarga di atas Islam yang lurus, maka kita (sebagai wanita) ingin agar pemimpin keluarga itu adalah seseorang yang bisa membawa dan membangun bawahannya untuk berislam dengan lurus.

Hal yang sangat tepat sebagai persiapan untuk itu kita berusaha mempelajari dan membekali diri dengan ilmu agama. Karena membangun keluarga bukan semata-mata masalah emosional dan finansial, yang jauh lebih penting adalah masalah manhaj, akidah dan ibadah. Jika meyepelekan masalah ini, berarti bisa menjadi indikasi bahwa belum mengerti agama atau memang agama tidak menjadi prioritas.

Dijawab oleh ustadz Assundee, Yayasan Pondok Pesantren Assunnah Cirebon

View original post

Leave a Comment

“Cantik dengan Hijab Syar’i, Kenapa Tidak?”

Astaghfirullaah. Sungguh, hijab syar’i itu tidak cantik. Dan jangan berharap untuk menjadi lebih cantik setelah memakainya. Karena hijab syar’i itu sejatinya menutupi kecantikan yang ada pada setiap wanita. Hijab syar’i bukan sekedar bergamis, ber-rok panjang, berkerudung menutup dada, namun masih menampakkan perhiasan yang kita punya. Syar’i tidak pernah bisa disandingkan dengan stylish, fashionable, karena syar’i bukan komoditas fashion, trend sesaat. Syar’i adalah perintahNya yang everlasting. Semoga selalu dimudahkan untuk tidak tabarruj dalam berhijab syar’i. Aamiin.

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

image

“Cantik dengan hijab syar’i? Kenapa tidak. Dengan hijab syar’i, seorang wanita justru akan terlihat lebih anggun dan mempesona. Tidak perlu takut terlihat monoton dan kuno.” (Kutipan dari sebuah web tentang fenomena hijab syar’i sekaligus stylish)

Hasil pengamatan saya di berbagai socmed akhir-akhir ini… busana muslimah zaman sekarang memang cantik-cantik ya. Apalagi yang dilabeli dengan embel-embel syar’i. Terlihat anggun dan menyejukkan mata yang memandang. Bikin pemakainya jadi jauh lebih ‘manglingi’ kalau katanya orang Jawa.

Jubah atau terusan panjang dengan khimar yang juga panjang dan menutup dada. Dengan berbagai model dan motif warna yang eye-catching dan menarik. Juga aneka padu padan warna baik yang soft, senada atau justru kontras. Ditambah hiasan renda dan frill yang cantik. Busana yang lebar dan longgar, tapi terkadang tetap membentuk lekuk tubuh karena material kain yang digunakan bersifat stretch alias mengikuti bentuk tubuh pemakainya.

View original post 540 more words

Leave a Comment

Cinta Sejati dan Pencitraan Semu

Semoga kita dan pasangan kita tidak termasuk yg seperti itu. Memang kurang patut romantisme rumah tangga dipertontonkan di ranah publik, krn banyak hati2 yg harus kita jaga, hati orang2 yg blm punya pasangan mungkin, atau hati2 lain yg rumah tangganya tidak semanis yg kita miliki. Semoga dimudahkan untuk berbuat baik dan membahagiakan pasangan meski tak harus menuangkannya di socmed. Aamiin.

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

a rose for u :)

Pagi-pagi buka notifikasi Facebook, dan langsung disuguhi tulisan yang sangat menarik ini oleh seorang kawan..

“Katanya sih, salah satu komposisi utama dalam membangun RT *sengaja disingkat* adalah kepercayaan. Nah katanya lagi, orang-orang sering kebalik. Memuja-muja kemesraan (semu), tapi diam-diam merobek hatinya: Dengan menghancurkan kepercayaan itu.

Tau ga sih, cuma membayangkan aja kerasa loh sakitnya gimana. Lebih sakit dari sakit gigi level mancanegara.

Ittaqillah haitsu makunta. Sungguh, kami berlindung dari lelaki yang jauh dari Allah. Oke fix, saya yakin perempuan waras manapun sepakat dengan hal ini. Ya kan, ya kan, ya kan? *wink*”

(Lanina Lathifa)

Duh. Menohok sampai ke ulu hati. Oke ini lebay. Abaikan.

Setelah sekian lama menikah, mengamati banyak peristiwa yang terjadi dalam lembar kehidupan rumah tangga sendiri maupun orang lain.. Semakin yakin kalo yang namanya cinta, nggak perlu sering-sering ditunjukkan di depan publik. Atau harus syelalu dipublish ke sosial media. Cukup kita sama pasangan aja yang tahu.

View original post 926 more words

Comments (2)

wordpress! i’m back!

pengen (lumayan) aktif ngeblog lagi. maklum udah hampir setengah tahun ga posting juga blogwalking. zzzz kenapa ya ini??

Comments (2)

Motivasi Menghafal Qur’an

ijin reblog ya mbak, sbg pengingat 🙂

heningbanget

kulwit @PencintaQuran

Saat ini Mimin lagi menyimak taushiyah Ust Abdul Aziz Al-Hafidz ttg #MotivasiMenghafal. Simak yaa kilasannya 🙂

“Kita hafal bgt alFatihah krn tak terhitung lagi brp kali kita mngulangnya. Sudahkah hafalanmu diulang sbnyk alFatihah?” #MotivasiMenghafal

“Kalau baru saja mngulang hfln alQuran bbrp kali, gak pantas mengeluh. Apalagi mnyalahkan ‘ini ayatnya susah bgt’.” #MotivasiMenghafal

“Katakan pada surat hafalanmu, ‘saya siap mengulangmu sbnyk seringnya sy mngulang alFatihah.” -UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Bercita-citalah memiliki hafalan alQuran selancar kita melafalkan alFatihah.” -UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“‘janganlah mati kecuali dlm keadaan muslim’. Katakanlah, ‘Tdk ingin mati kecuali dlm keadaan mnghafal alQuran.” #MotivasiMenghafal

“Menghafal alQuran itu harus INTENSIF dan SEPANJANG HIDUP.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Rasa jenuh bermula dari tak ada kesadaran iman & ibadah. Hati yg bersih takkan merasakn jenuh pd alQuran.” UstAbdAziz #MotivasiMenghafal

“Saat mnghafal akan bnyk cobaan. Seakan ditanya, ‘serius kamu ingin mnghafl alQuran?’ Agar diktahui siapa yg SERIUS.” #MotivasiMenghafal

“DOA INTENSIF. ‘Jk hny andalkan kmmpuan diri, sy…

View original post 384 more words

Leave a Comment

Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya

hikss.. pengen nangiss :’)

Leave a Comment

Si Cantik & Si Buruk Rupa

:))

You'll Never Walk Alone

HADIST CANTIK HATI

Mungkin lebih dari 6 akhwat yang telah di-nazhar Aa. Tapi tak satu pun yang sesuai dengan pilihan hatinya. Padahal mayoritas dari mereka adalah akhwat yang aktif di lingkungan taklim dan pondok pesantren. Kurang apalagi? “Kurang cantik…” pengakuan polos si Aa. Kontan ia pun mendapat julukan ikhwan pilih-pilih plus tukang nazhar!

“Afwan, ukhti bisa kirimkan foto terbaru?” pinta seorang ikhwan. Pikirnya karena jarak mereka cukup jauh ia ingin melihat sekilas gambaran wajah sang akhwat. “Saya takut udah jauh-jauh ternyata enggak cocok wajah dan fisiknya….” demikianlah kilahnya.

View original post 1,291 more words

Leave a Comment

taukah, kalau saja Allah nggak menutup aib-aib kita,

taukah, kalau saja Allah nggak menutup aib-aib kita, nggak akan sanggup kita keluar rumah dan bertemu manusia lain saking malunya?

maka, terhadap aib-aib orang lain yang kita ketahui, lakukanlah hal yang sama sebagaimana Dia telah menutupi aib-aib kita.

Comments (1)

Older Posts »