ibu yang sesungguhnya

It’s great to be an excellent crafter. It’s great to be a great chef. It’s great to be a brilliant mother with multi-talents and lots of skills. But what you need to realize is, your kids don’t need a perfect mother. They just need you. Yes you, unconditionally. A warm-hearted and loving person who always willing to learn and grow to be better day by day. Your unconditional love is all they need and nothing more.

Nice quote dari blog keren ini agaknya cocok dengan apa yang kini sedang saya rasakan.  Ya, saya merasakan betapa Ruma membutuhkan saya, ibunya. Ruma mencintai saya, tanpa syarat. Dia tetap mencintai saya, walaupun saya tidak cantik, walaupun badan saya tidak ideal, daaan… walaupun saya tidak mesti selalu ada, menemaninya 24 jam dan 7 hari sepekan. Hey, realitanya memang begitu. Terima saja kenyataan menyakitkan ini, bahwa memang saya adalah ibu bekerja yang waktunya tidak selonggar ibu-ibu yang full menemani putra-putrinya di rumah. Yang meninggalkan anak hampir 10 jam per hari untuk membantu suami mencari nafkah. Sedih? Jangan tanya.

Lebih sedih lagi jika sudah berupaya maksimal untuk memperjuangkan keinginan ini, yakni berkhidmat pada suami, menjadi pendidik utama anak-anak alias ummul madrasah, mengurus rumah tangga, mentok begitu saja di sini. Buntu, sungguh saya merasa buntu. Saya merasa semua yang saya perjuangkan, hancur begitu saja karena berbenturan dengan kebahagiaan dan keridhoan orang-orang lain.

Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa. Allaah tidak akan membebani seseorang melebihi kesanggupannya. Dan mungkin sampai sini saja yang dapat saya lakukan. Tetap bertahan agar semuanya bahagia, meskipun orang yang paling kecewa dengan keputusan itu adalah diri saya sendiri. Fitrah seorang ibu adalah mengurus anak, dan tahukah bagaimana rasanya mengingkari fitrah? Sangat tidak nyaman.

Saat ini hanya bisa berdoa, semoga Allaah karuniakan hidayahNya pada mereka agar akhirnya saya bisa segera menjadi ibu yang sesungguhnya buat Ruma. Orang pertama yang mengenalkannya dengan Allaah, dengan Islam, dengan Rasulullaah dan para sahabat, dengan Al Qur’an. Sama-sama belajar akidah yang lurus, akhlak yang mulia, manhaj yang benar. Aah, Ruma adalah masterpiece yang sungguh tidak sebanding dengan gaji sejuta dua juta di instansi pemerintahan. Masih tegakah kalian membandingkannya dan berniat menyerahkan urusan sepenting itu pada orang yang bukan ibunya?

Wallaahul musta’an.

Semoga Allaah segera menunjuki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: