using socmed simply

Hari gini siapa sih yang nggak punya socmed? Di era virtual kayak sekarang semua orang nampaknya punya socmed ya. Terutama untuk generasi yang lahir setelah tahun 1960-an. Bapak dan ibu saya tapi nggak termasuk loh haha. Berbagai socmed mulai dari yang sudah tersingkir kayak Friendster, Multiply, Myspace sampai yang sekarang lagi booming kayak Path, Instagram, Twitter pasti dipunyai oleh orang-orang yang mengaku eksis di dunia maya. Saya akui saya bukan termasuk orang yang eksis di dunia maya (dunia nyata juga enggak lu) dalam artian jarang ngetwit, nyetatus, upload foto atau bikin album, tapi jujur aja nih, demen banget stalking update yang ada di socmed. Baik itu Twitter. Baik itu Facebook. Baik itu Tumblr. Baik itu WordPress. Termasuk update profpic atau avatar account-account teman di Whatsapp dan Line. Freak banget ya. Untung saya nggak nginstall BBM yah. Jadi nggak pernah tuh yang namanya nontonin update DP orang-orang di BBM.

Saya demen banget nontonin timeline Twitter, Facebook, Tumblr, WordPress karena memang yang saya temukan di sana adalah bidang-bidang yang saya sukai. Seperti dulu saya rajin buka Twitter karena banyak dapat pelajaran terkait Islam di sana. Namun saking banyaknya socmed yang saya stalking, saya jadi buneg. Seakan too much information gitu malah bikin otak nggak bisa berfikir jernih lagi. Makanya setelah punya anak saya lebih menyederhanakan penggunaan socmed yang saya punya.

Socmed yang aktif saya gunakan sekarang cuma Facebook, Tumblr, WordPress dan Instagram. Masih banyak juga ya ternyata. Tapi ini bukan tanpa tujuan lho. Saya suka Facebook karena di sana saya menemukan banyak informasi terkait dunia anak, terutama bisa join grup favorit saya: AIMI, HHBF dan GESAMUN. Maklum emak-emak, jadi cari informasinya cuma seputar anak aja. Ternyata di Facebook ini saya juga bisa dapat informasi bermanfaat dari 2 orang keren yang saya follow, Mbak Fatimah Berliana Monika Purba yang seorang konselor laktasi dari LLL dan Dokter Piprim Basarah Yanuarso, seorang DSA yang suka posting tulisan random mulai dari vaksin, parenting sampai masalah relationship dengan pasangan (sekarang suka posting ngejagoin salah satu capres juga). Walaupun Facebook sekarang udah dibilang ketinggalan jaman, jadul, ndeso, penuh ke-alay-an, saya tetep suka loh kepoin timelinenya. Kecuali sekarang ini ketika copras-capres sedang marak, kebanyakan isinya hujat-menghujat aja. Serasa pengen ngunfriend teman-teman yang kampanye nggak jelas gitu. Jahat ya. Abis sebel kalau udah pada mulai memuja abis-abisan capres jagoannya tapi harus ngehina-dina capres lain yang nggak dia dukung (lah malah curhat capres gini).

Tumblr dan WordPress masih menjadi pilihan saya untuk mendapatkan informasi dan inspirasi keren dari para ummahat kece semisal Mbak Meutia Halida dengan cerita-cerita menariknya seputar dunia Islam, parenting dan jahit-menjahit, Mbak Retno Catur dengan anak-anaknya yang dididik dengan metode home-schooling ala beliau sendiri yang Islami banget, seorang akhwat salafiy berkunyah Ummu Arnadas dengan proyek-proyek D.I.Ynya yang keren abis. Dari account-account keren itulah saya banyak belajar bahwa perempuan itu harus hati-hati sekali terhadap dirinya sendiri di publik. Termasuk tidak sembarangan memajang foto diri sendiri di socmed. Mereka memang para ummahat beraliran salafiy yang mengenakan niqab dalam kesehariannya, sehingga mustahil akan memajang foto diri sendiri di socmed. Hal kayak begini yang patut dicontoh. Di saat orang beramai-ramai melakukan selfie, memasang foto pribadi di socmed dengan hashtag ootd, tidak terbesit sedikit pun di benak mereka untuk meniru-nirunya. Karena malu memang sudah seharusnya menjadi akhlak seorang muslimah. Btw, saya jadi penasaran dengan rupa asli mereka lho, karena memang di account Tumblr dan WordPress mereka tidak ada satupun foto pribadi mereka. Begitu pula keluarga mereka. Kalaupun ada pasti diambil yang tampak belakang, hanya anggota tubuh selain wajahnya saja yang terlihat, atau diblur bagian wajahnya. Sampai segitunya sekali ya? Semoga juga bisa saya amalkan kelak.

Kalau WordPress, jelas saya suka. Ini adalah media saya berbagi. Menceritakan kisah-kisah personal yang kadang diposting publicly, privately, atau password protectedly. Walaupun hal yang saya tulis kebanyakan nggak jelas, tapi setidaknya bikin saya lega, karena bisa mengungkapkan apa yang saya rasakan. Nggak gitu-gitu juga sih sebenarnya karena terkadang notes pribadi masih menjadi “rumah” ternyaman untuk menumpahkan perasaan saya yang berubah-ubah dan sering labil ini. Tapi saya suka kamu, WordPress! Banget! Walaupun kadang bikin underpressure juga kalau udah lama nggak posting di sini (lu kate ada hukumannye ape kalo kagak bikin tulisan). Walaupun bikin saya merasa kurang produktif saking jarang nulisnya saya. Walaupun selalu sukses mengalihkan perhatian saya dari kerjaan kantor hihi.

Terakhir, Instagram. Kenapa saya juga doyan kepoin updateannya. Jelas, karena banyak banget orang jualan di sana dan saya selalu tertarik untuk beli barang lucu-lucu buat Ruma dan.. saya sendiri. Meskipun lebih banyak kepengennya daripada kebelinya hihihi. Emak-emak irit banget dah ini. Oh iya, tapi semenjak jadi ibu saya juga merasa diri ini lebih kreatif. Mungkin dilatarbelakangi irit tadi ya. Karena sekarang eranya barang homemade dan handmade. Barang yang diproduksi sendiri malah dihargai lebih mahal dari buatan pabrik (iyalah karena nggak pasaran). Nah, rata-rata account-account Instagram yang saya follow adalah pedagang-pedagang barang homemade-handmade tadi. Lalu saya berfikir, barang-barang ini kan buatan sendiri ya? Harusnya saya juga bisa dong bikin yang begituan. Ujung-ujungnya, nggak jadi beli hihihi. Saya prefer bikin cookies sendiri ketimbang memesan cookies homemade dari salah satu account Instagram yang saya follow. Saya mendingan masak MPASI sendiri ketimbang pesen dari katering yang menyediakan menu MPASI homemade yang kalau lihat di foto-fotonya sih menarik banget (tapi mihil). Yang ingin saya lakukan tapi belum kesampaian sejauh ini adalah stop kepengen beli outfit keren dari para handmade desainer itu. Saya, pengen bikin sendiri baju-baju yang saya inginkan. Meskipun tetep butuh bantuan penjahit (karena saya jelas nggak bisa jahit sama sekali). Hal ini biar nggak melulu tersiksa dengan perasaan pengen beli banget tapi nggak juga kesampaian. Secara baju-baju handmade yang saya pengenin harganya di atas 200 ribuan semua (bagi saya mahal ih). Dan desainnya bagus-bagus semua. Dan kalau udah beli satu jadi pengen pengen dan pengen lagi. Aduh udah ah ngomongin bajunya, makin diomongin makin ngeces nih.

Yasudahlah kiranya itu saja uraian nggak jelas seputar socmed yang saya gunakan sekarang. Bilangnya sih simpel tapi banyak juga ya ternyata. Dan pokok bahasan juga jadi beleberan kemana-mana. Hahaha. Btw, saya juga nggak inginstall Path yang lagi ngehits itu. Pernah 2 kali nginstall sih tapi saya uninstall lagi karena have no idea mau ngepost apaan dan kepo apa di sana. Saya juga nggak terlalu doyan mengumbar kehidupan pribadi saya di socmed. Ya cuma sama WordPress ini curhatnya (sama aja). Oh iya satu lagi, apakah dengan using socmed simply kayak gitu bikin saya terkesan ansos? Bisa iya bisa enggak juga sih. Iyanya karena saya memang jarang menggunakan socmed untuk say hi dengan teman atau mengomentari posting teman, enggaknya karena saya masih berhubungan dengan teman-teman melalui socmed yang lebih personal, Whatsapp.

6 Comments »

  1. Retnadi said

    assalamu’alaykum mbak, salam kenal🙂

    saya retnadi, yg punya tumblr retnocatur. makasih ya sudah berkunjung ke blog kami🙂 jazaakillaahu khoyron🙂

    • Rizki KD said

      wa’alaikumussalaam, wah mbak retnadi salam kenal mbak. waiyyaki mbak, senang mbak mengunjungi blog saya juga. saya follower tumblr mbak yg setia mereblog tulisan-tulisan mbak yang masya Allah, inspiratif sekali. semoga saya bisa menerapkan tulisan-tulisan mbak dalam keluarga kami aamiin.

  2. Retnadi said

    wah akun tumblr mbak apakah? in sya Allah sy follow🙂 btw, saya nggak bercadar, mbak😀 belajar agama juga baru. semoga Allah tambahkan ilmu kita ya, ilmu yang mendekatkan kita kepada-Nya, aamiin🙂

    • Rizki KD said

      giraffunny mbak. Tp saya jarang post di tumblr, seringnya wp. Tumblr buat belajar ilmu2 dr blog keren aja hehe, salah satunya blog mbak. Oh iyakah? Maaf mbak, soalnya mbak jarang posting foto gtu, makanya sy kira pakai niqab. Seneng mbk belajar parenting dr mbak retnadi🙂

  3. Retnadi said

    duluuu sering posting foto, mbak🙂 tapi sejak Idul Fitri tahun lalu, banyak album foto yang sy gembok–terutama yg menampakkan wajah saya dan keluarga. khawatir dgn penyakit ‘ain juga🙂. alhamdulillah, kalau blog saya ada manfaatnya. pasti itu berkat pertolongan Allah🙂

    • Rizki KD said

      Kalau saya memang jarang posting foto mbak, foto2 yang ada di blog ini jg akhirnya saya protect, krn spertinya emg kurang baik ya majang foto di socmed, terlebih foto keluarga. Ditunggu trs tulisan bermanfaatnya mbak🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: