[random] ASI, MPASI dan working mom

Assalaamu ‘alaikum, halo-halo semua pembaca blog saya (hihi, kaya punya pembaca aja). Akhirnya saya ngeblog lagi loh. Setelah absen nyaris setahunan dari dunia perpostingan blog (apaan sih) (tapi blogwalking mah teuteuup) (walaupun blog-blog yang saya ikuti malah nyaris ngga kebaca karena keasikan blogwalking ke blog-blog yang ngebahas parenting, breastfeeding, and such thing like that) maklum titel saya sekarang nambah (penting banget) di samping istri. Ibu. Menyusui dan bekerja lagi.

Bukan hal mudah lho melakukan dua, eh tiga peran sekaligus. Udah gitu salah dua dari ketiganya bertolak belakang pula. Ibu dan istri. Serta pekerjaan. Dan tau ngga sih, urusan pekerjaan ini yang bikin setiap bangun pagi berasa selalu diburu-buru. Apa pasal? Selain harus pumping ASI juga harus masak buat my beloved Ruma yang makin hari makin menggemaskan. Saking ga pernah ngeblognya, tau2 anak saya udah 7 bulan aja. Dan pastinya sudah mengasup makanan lain selain ASI. Saya memang bukan orang yang gesit, klelar-kleler kalau kata orang Jawa. Urusan pompa-memompa ASI saja sudah habis minimal 30 menit. Belum masak MPASI-nya. Maklum, belum beli senjata pamungkasnya working mom. Apalagi kalau bukan slow cooker, yang tinggal cemplang-cemplung bahan makanan malam hari, sehingga ketika bangun pagi, taraaa makanan bayi udah siap aja tinggal dihaluskan. Hmm, tapi saya masih menikmati peran-peran ini kok. Kapan lagi masa-masa ini bakal terulang coba? Tapi akan sangat bersyukur sekali loh kalau kantor ngga bikin buru2 saya dengan membebaskan karyawannya masuk jam berapapun dia mau (yang sayangnya sangat ngga mungkin).

Alhamdulillaah, sangat bersyukur dengan semua pencapaian ini. Ruma bisa lulus S1 ASIX walaupun di tengah-tengah perjuangan sempat ngalamin bingung puting 3 harian akibat minum ASIP pakai dot selama 2 minggu, saya sempat merasa desperate ketika tiap malam harus nyuci dan sterilin pompa ASI plus botol-botol kaca buat nyimpan ASIP (untungnya sering dibantu suami), saya sangat sering galau dan ketar-ketir kalau ASIP yang ditinggalkan buat Ruma ga cukup untuk menuhin kebutuhannya sehari itu, sering bete ketika harus ngeskip jadwal pumping di kantor, dan yang paling bikin ketar-ketir adalah kalau mendadak ada tugas dinas di luar kota. Huhu, alhamdulillah selama ini belum pernah. Kalau ada pun pasti dengan tegas saya tolak. Alasannya tentu saja karena anak saya masih dalam masa ASI eksklusif. Namun alasan sebenarnya adalah, karena saya ngga punya stok ASIP yang mencukupi untuk kebutuhan Ruma berhari-hari. Paling ASIP di kulkas cuma cukup buat 1-2 hari aja, dan tentu ngga seharian full. Itu juga yang bikin saya “rela” jadi commuter menempuh perjalanan Jogja-Magelang selama 2 hari ketika belum sebulan saya masuk kerja lagi setelah cuti.

Alhamdulillaah juga, sampai hari ini Ruma masih minum ASI plus MPASI yang saya bikin sendiri. Semoga akan terus begitu hingga usianya menjejak 2 tahun nanti. Berilah kemudahan mionya Ruma ini ya Allah. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: