sudah syar’ikah hijabku?

Banyak ilmu baru yang diperoleh habis baca buku terbarunya ustadz @felixsiauw yang diilustratori mbak @benefiko Yuk Berhijab. Diantaranya akan aku share disini. Beberapa poin terasa tidak menyenangkan bahkan “menyakitkan.” Seakan keluar dari zona nyaman selama ini begitu susahnya. Tapi surga Allah juga begitu jauhnya. Sementara dosa begitu bertumpuk, sehingga yang terbayang nyata adalah suasana kubur dan neraka yang mencekam.

Jangan dulu ngomongin neraka deh. Ngomongin mati aja luar biasa syeremnya. Bayangkan kita mati. Ruh kita melayang menuju Sang Khaliq. Sementara jasad kita dimandikan, lalu dikafani. Ya, hanya selembar kain putih melingkupi tubuh. Nggak ada perhiasan sama sekali yang kita bawa. Nggak tersisa sedikitpun kecantikan. Lalu, bagian tersyeremnya, ketika sandal para pelayat mulai menjauh (ya Allah, apakah akan ada yang melayat aku? Berapa banyakkah, mengingat selama ini belum bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi sesama :(( ), hingga sandal terakhir menjauhi tanah pekuburan kita, muncullah dua malaikat yang bertanya, “Siapakah Tuhanmu?” Oh bisakah kita menjawab, “Allah”? Atau justru kita terbengong karena selama ini lebih sering mengabaikan perintahNya.

Oke, back to the topic tentang hijab. Inilah poin-poin penting yang baru kuketahui dan penting untuk dishare.

  • hijab syar’i terdiri dari jilbab sepanjang bawah mata kaki dan khimar/kerudung menutup dada
  • jilbab lain dengan kerudung, karena jilbab adalah pakaian longgar yang menutup (cover) seluruh tubuh, bukan sekedar membungkus (wrap), sehingga yang dikategorikan jilbab antara lain: gamis, jubah, mantel sampai bawah mata kaki (lebih panjang malah lebih baik)
  • rumus hijab syar’i = pakaian rumah (ats tsaub) + jilbab + khimar – tabarruj
  • tabarruj adalah berhias berlebihan, bertingkah laku berlebihan sehingga menarik perhatian lawan jenis bukan mahram
  • tujuan berhijab adalah untuk menutupi kecantikan/perhiasan wanita, bukan malah menjadi perhiasan baru (ini yang paling jlebb, sebab sengaja atau nggak, kita juga pengen terlihat cantik kan dengan pakai hijab?)
  • tidak perlu tutorial hijab segala macam, seharusnya cukup QS An Nur: 31 (perintah menutupkan kain kerudung ke dada) dan QS Al Ahzab:59 (perintah mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh, sehingga  yang terlihat hanya muka dan kedua telapak tangan)
  • sejatinya hijab itu menyederhanakan yang rumit, bukan merumitkan yang sederhana
  • kehidupan wanita terdiri dari kehidupan khusus dan kehidupan umum. Kehidupan khusus adalah kehidupan wanita di rumahnya sendiri bersama para mahramnya. Dalam kehidupan khusus ini wanita boleh memakai ats tsaub/pakaian rumah yang dapat memperlihatkan perhiasannya (antara lain leher, tangan, kaki, dsb) atau anggota wudhunya. Jika di rumahnya tersebut ada pria non mahram, wanita tersebut hendaknya mengenakan ats tsaub yang lebih panjang (menutupi auratnya) ditambah khimar. Sedangkan kehidupan umum wanita meliputi tempat-tempat umum dimana wanita tersebut beraktivitas, seperti: kantor, sekolah, pasar, masjid, rumah sakit, kampus, dll. Dalam kehidupan umum ini wanita diwajibkan memakai hijab syar’i yang meliputi ats tsaub, dirangkap dengan  jilbab dan khimar, plus kaos kaki
  • syarat hijab syar’i adalah tidak membentuk lekuk tubuh, tidak transparan, tidak ketat, bukan merupakan pakaian syuhrah (pakaian pencari perhatian/popularitas), tidak menyerupai pakaian laki-laki, tidak menyerupai pakaian kaum lain (yahudi, nasrani), tidak diberi wewangian, menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan
  • lalu kalau ingin tampil cantik bagaimana? silakan tampil cantik di hadapan suami atau mahram dengan memakai ats tsaub secantik-cantiknya ketika berada di rumah (dengan catatan tidak ada pria non mahram lho)
  • untuk keluar rumah, sederhanakan hijab agar tidak jatuh pada tabarruj
  • syar’i tidak pernah bisa disandingkan dengan fashion
  • hijab juga bukan pelarian para fashionista yang menjadikan gaya hijab sebagai style baru dalam dunia fashion
  • menginisiasi hijab modis dengan alasan agar hijab dapat lebih diterima masyarakat, bukan pilihan bijaksana, sebab jika masyarakat mengikutinya, kita sebagai inisiatornya bisa kena dosa jariyah (hiii na’udzu billahi min dzalik), jadi sebaiknya bagaimana? gunakan hijab syar’i dan syiarkan

Nah, beginilah ilustrasi hijab syar’i itu.

rumus hijab syar’i

Huaaa.. kesindir abiss. Mengingat selama ini hijab yang aku pakai masih jauh sekali dari kriteria itu. Masih dililitin ke belakang salah satu sisinya (meski masih menutup dada), masih kepingin nyoba tutorial hijab yang -aslinya- ruwet  itu, kadang masih pakai atasan yang agak ngepas, kadang masih pakai cardigan yang lengannya 7/8 tanpa manset tangan, kaos kaki yang dipake masih yang bahan tipis sehingga agak transparan, dan sederet kesalahan lain dalam pemakaian hijab yang syar’i.

Dan yang paling bikin kesindir, adalah bagian sejatinya hijab itu untuk menutupi perhiasan, bukan menjadi perhiasan baru. Jujur aja kerap merasa nggak cantik seandainya memakai hijab yang syar’i. Tetapi memang itulah tujuan pemakaian hijab.

Sama-sama belajar memperbaiki hijab yuk. Biar dicintai Allah. Biar cuma cantik di mata Allah. Walaupun pasti, godaannya buanyaaakk banget. Ketika aneka jenis pakaian modis dan trendi menyerbu, ketika futur iman melanda sehingga kita merasa tidak pantas, ketika banyak orang mengompori untuk meninggalkan yang syar’i, ketika banyak orang memandang aneh dan mengolok-olok. Aaaarghh.. betapa sulitnya istiqamah pasti.

Hanya Allah satu-satunya penolong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: