merasa salah pilih?

jangan pernah merasa salah pilih dalam hidup ini. salah pilih sekolah. salah pilih jurusan. salah pilih tempat kerja. salah pilih pasangan. salah pilih orang tua. astaghfirullaah.

yang saya maksud salah pilih, yakni ketika kita memang tidak menyukai pilihan yang kita ambil (hey, emangnya orang tua bisa dipilih ya?) dan sedang kita jalani itu, lalu kita hanya diam, menyesali semuanya, tanpa memperbaiki keadaan, mengeluh pada setiap orang, menganggap bahwa orang lain hidupnya jauh lebih menyenangkan daripada kita, serta menyalahkan orang lain.

saya SERING sekali merasakan itu. ketika sekolah masuk jurusan IPA, saya menyesal dan banyak mengeluh. mestinya saya masuk jurusan IPS saja ya: biar nggak banyak hitung-hitungan (saya memang benci ilmu eksak), biar banyak hafalannya (karena saya suka menghafal), biar banyak sejarahnya (pelajaran favorit saya adalah sejarah). dua tahun harus saya lalui dengan kepala pusing, karena pelajaran eksak memang menguasai porsi jam pelajaran.

hal itu berlanjut juga di kuliah. bapak saya menyuruh saya masuk prodi planologi. saya sendiri lebih tertarik kuliah di psikologi. walhasil, ketika kuliah, saya sering tidak memperhatikan penjelasan dosen. menganggap planologi sama sekali bukan passion saya. malas belajar. malas mengembangkan diri. malas mengembangkan ilmu. merasa salah jurusan. tapi anehnya selepas kuliah, mahasiswi planologi gadungan ini malah melamar kerja di Kementerian PU (yang cukup identik dengan planologi) dan ajaibnya, diterima. ditempatkan di ditjen penataan ruang pula. planologi banget.

selama kerja, karena merasa planologi bukan passion saya, saya merasa tidak pernah optimal dan maksimal. berangkat sering terlambat. kerja seringnya ngeblog atau internetan doang. ya maklum, karena memang jarang ada kerjaan. sama sekali nggak berminat meng-upgrade wawasan. berpuluh-puluh rekan kerja mengajukan beasiswa  ke mana saja, sama sekali tak menarik minat saya untuk melakukan hal yang sama. alasannya, saya cuma ingin memprioritaskan keluarga. suami dan anak-anak saya kelak. benarkah demikian? bukannya karena memang malas berfikir dan nggak berani maju? hehehe.

astaghfirullaah. padahal hidup ini harusnya disyukuri, bukan dipenuhi keluh-kesah. nikmat Allah sangatsangatsangaaaat tak terhitung bukan?? nah saya, bukannya bersyukur malah membanding-bandingkan hidup saya dengan orang lain. istilah bahasa jawanya, wang sinawang. kayaknya, si A hidupnya enak banget ya? tiap hari cuma posting nongkrong dimana, sama siapa, makan apa. hahaha. lalu, saya juga seringkali iri dengan teman yang pekerjaannya jadi ibu rumah tangga. ih sumpah, bikin iri banget. kerjaan cuma masak, beberes rumah, nyobain menu baru, ngurus anak, enak banget ya? sementara saya, berkutat dengan kemacetan, terkurung di meja kerja, haha sumpah yang saya liat cuma sesuatu yang nggak enak-nggak enak aja.

padahal, untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik, saya tetap harus banyak belajar. belajar memasak, merajut, keterampilan membereskan rumah, kreatif memanfaatkan barang bekas, kreatif menata perabotan, dan sebagainya. selama ini saya sudah merasa sudah melakukan peran-peran itu dengan baik. kenyataannya? justru suami saya yang jauh lebih terampil. saya jadi malu. ngakunya ingin jadi ibu rumah tangga, tapi mengurus rumah kontrakan dengan baik aja masih nggak karu-karuan.

sepertinya saya harus lebih banyak belajar. belajar bersyukur dan menikmati hidup yang dikaruniakan Allah. karena hanya dengan bersyukur, kehidupan yang sudah indah ini akan semakin indah.

2 Comments »

  1. Sebenarnya ada kemiripan fase denial dimana saya juga “menolak” menjadi perawat karena harapan orang tua. Tp atas segala sesuatu di dalam perjalanan ini sebelum hiidup saya berakhir, Tuhan memberikan sebuah titik cerah, dimana pilihan hidup yang kita pilih bila disikapi dengan baik, (meskipun kita merasa itu salah) adalah lebih baik dibanding tidak memilih atau hanya diam dan pasrah, menyerah dengan keadaan. Ada ruang tawakkal yang Tuhan beri kepada kita untuk kita maksimalkan:)

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: