bener-bener grateful banget :)))))

alhamdulillah, alhamdulillah, akhirnya setelah hampir 7 bulan pernikahan, alias 7 kali saya mendapatkan haid pasca menikah, Allah mengizinkan kami menjadi calon orang tua. betapa bersyukurnya kami mendapat kabar bahagia ini, di saat sebenarnya saya akan tinggal berjauhan dengan suami untuk beberapa waktu.

Allah memang Maha Mengetahui  sehingga Dia yang paling tahu apa yang terbaik bagi hambaNya.

  1.  kehamilan saya diketahui sehari sebelum pindahan ke kos baru yang lebih dekat dengan kantor. bayangkan kalau saya sudah mulai hamil ketika masih tinggal di Cilandak yang – bagi saya – saaaaangat jauh dari kantor, bisa pingsan di perjalanan deh (lebay).
  2. kehamilan saya diketahui sebelum saya dan suami akan tinggal berjauhan untuk sementara waktu. bayangkan apa jadinya jika saya belum hamil-hamil juga padahal kami akan berjauhan dan kemungkinan akan jarang bertemu, padahal sudah lebih dari setengah tahun membina rumah tangga. Ah, Allah memang selalu memberi apa yang dibutuhkan hambaNya.
  3. ketika selesai haid di bulan Januari, kebetulan suami akan akan ada urusan di Jogja selama seminggu. dalam hati agak kecewa juga sih, karena seminggu itu sepertinya masa subur saya. tapi saya tetap menanamkan keyakinan walaupun cuma membatin, “kalau Allah sudah berkehendak, yang nggak mungkin pun jadi mungkin. pasrah aja sama ketentuan Allah.” dan ternyata, di periode haid berikutnya saya telat mendapatkan haid. setelah telat kira-kira 10 hari dari jadwal haid saya, saya langsung beli testpack daaan.. langsung jelas dua garis!! nggak pake samar-samar meragukan gitu. alhamdulillah ya Allah.

kini usia kehamilan saya memasuki minggu keenam (waktu pertama kali usg transvaginal, umur dedek baru 5 minggu 2 hari). memang nggak pake acara muntah-muntah (alhamdulillah banget) tapi kalau mual dan lemes sih iya, terutama kalau mau melakukan pekerjaan yang bikin males kayak nyuci, nggosok, berangkat kantor, bangun pagi, cuci piring, pengennya bobooook terus. hehehe, yang kasian sih suami, karena pernah suatu malam saya udah bobok dan menguasai sebagian besar kasur. pas suami mau bobok, sayanya nggak sadar dan nggak bangun-bangun sampai akhirnya suami nggelar kasur di bawah yang disepraiin sendiri. hihihi, kasihan banget ya.

semoga kitty – panggilan untuk si dedek – selalu sehat dan nggak bikin mionya kerepotan. maklum saya harus berjuang sebagai single fighter di ibukota setelah suami pindah kerja di Jogja. semoga apa yang kami cita-citakan untuk memiliki anak-anak shalih-shalihah juga dikabulkan Allah. dan semoga kami berdua bisa menjadi orangtua yang mendidik anak-anak dengan metode yang diajarkan Nabi Muhammad, prophetic parenting, sehingga akhirnya bisa menjadi generasi yang mencintai dan berjuang untuk Islam. aamiin.

2 Comments »

  1. heningsept said

    senangnyaaaaa…. alhamdulillah.. barakallah.
    He has perfect timing, indeed🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: