akhirnya menemukanmu

Posting ini (tanpa sengaja) adalah lanjutan dari dua posting sebelumnya yang kutulis beberapa waktu (pastinya sudah cukup lama) yang lalu, yakni Sebuah Pencarian dan Tentang Sebuah Kerinduan.

Alhamdulillaah, setelah pencarian (yang serius) selama kurang lebih 4 bulan, aku menemukannya. Sebuah lingkaran yang di dalamnya berisi manusia-manusia yang ingin menjadi lebih baik, mendekatkan diri kepada Rabbnya, termotivasi melakukan amal-amal shalih, berbagi dan bertanya tentang apa saja. Tarbiyah… yang benar-benar kurindu dan kudambakan. Seperti yang pernah kucicipi sebentar di bangku sekolah dan kuliah. Walaupun baru dua pertemuan — dan bukan merupakan pertemuan intensif — seperti yang dulu kujalani, aku sudah sangat bahagia.

Hanya bertemu, menyapa, berjabat tangan, dan bercipika-cipiki dengan mereka rasanya sudah cukup bisa membuncahkan bahagia di dada ini. Benarlah Opick di Tombo Ati-nya, bahwa salah satu obat hati paling mujarab adalah berkumpul dengan orang-orang shalih. Dan kini aku akan semakin sering bertemu dengan mereka, alhamdulillaah. Di kelompok liqo’, di kelompok tahsin, di kajian muslimah, di masjid kantor. Ah, melihat mereka dengan jilbabnya yang berkibaran sungguh membuat hati ini tenang dan termotivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Lebih rajin ibadah, lebih ramah, lebih perhatian sama sesama, dan lebih-lebih lain yang selama ini aku masih kurang sekali.

Mereka, orang-orang yang lisannya tak pernah mencela dan mengghibah. Bicaranya selalu bermanfaat. Kalau tak ada bahan yang bisa dibicarakan, ya diam. Dan diam tentu lebih baik daripada bicara tak tentu arah. Setiap ada peristiwa yang menakjubkan, memuji kebesaran Allah selalu mereka lantunkan. Selalu lebih mengutamakan saudaranya, daripada dirinya sendiri. Kelemahlembutannya, kesantunan sikap dan cara berpakaiannya, sungguh benar jika semua pria mendambakan mereka untuk menjaga hati, rumah dan hartanya kelak.

Aku memang bukan aktivis dakwah, tapi aku ingin menjadi seperti mereka. Bimbinglah aku selalu, Ya Allah. Ilhamkanlah aku jalan ketaqwaan, bukan jalan kefujuran, untuk menuju keridhaanMu. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: