enerjik: demi tiga ratus enam puluh sendi itu

Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak. (Albert Einstein)

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat.” (QS An Nisaa’ [4]: 95)

Tubuh kita terdiri dari 360 sendi yang bertugas menopang tegaknya. Demi keberlanjutan sendi-sendi itu, kita harus bekerja, berkarya, beramal nyata. Iman, yang kita akui eksistensinya di dada kita, bukanlah kata benda yang pasif. Ia adalah kata kerja yang menggerakkan seluruh persendian, tulang belulang, panca indera, serta organ-organ yang kita miliki untuk selalu beramal. Walaupun iman dan amal nggak selalu berbanding lurus. Atas nama iman dan Islam yang merupakan anugerah terindah-Nya, kontribusi kita sangat diharapkan.

Muslimah sejati, bukannya yang duduk berpangku tangan saat saudara-saudarinya di Somalia berkubang dalam kekeringan dan kelaparan. Muslimah sejati nggak cukup hanya shalat di awal waktu, puasa sunnah, rutin shalat tahajud dan dhuha, menikmati ibadah-ibadah individualnya, tetapi mengabaikan lingkungan sekitarnya. Naluri muslimah sejati nggak akan tega membiarkan cuma dirinya yang masuk surga, sementara keluarga, kerabat dan para sahabatnya dibiarkan mencari jalan sendiri menujunya. Muslimah sejati, pasti, niscaya, ingin semua orang yang dicintainya, yang hidup bersamanya di dunia akan menggelar reuni lagi di akhirat – surga Allah tentunya.

Untuk itulah kita bekerja, bergerak, beramal nyata. Afiliasi, partisipasi, kontribusi. Begitulah kata Pak Anis Matta dalam “8 Mata Air Kecemerlangan”-nya. Maka, sebagai muslimah beriman, secara spontan, gerak-gerak itu akan muncul tanpa dipaksakan. Kita akan terpanggil untuk menjadi manusia-manusia yang enerjik dan dinamis, yang melakukan kerja kerja nyata untuk kemaslahatan umat.

“Bekerjalah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amal-amal kalian itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At Taubah [9]: 105)

Mohon maaf pembahasan ini mungkin agak berat. Semoga kita semua bisa benar-benar mengamalkannya. Tulisan ini sekaligus menjadi sindiran telak bagi diri sendiri.

Terinspirasi dari Tarbawi dan Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim (Salim A. Fillah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: