dermawan: uluran tangan untuk saudaraku

Adalah lawan dari pelit alias terlalu perhitungan (soal uang tentunya). Sekarang, siapa yang suka deket-deket sama orang pelit bin kikir bin bakhil? Nggak ada kan pasti? Maunya ditraktir terus, tanpa pernah usaha buat nraktir. Seneng banget dapet gratisan, tanpa merasa perlu menggratisi teman. Selalu berharap diberi tapi nggak terlalu tertarik memberi. Mental free banget dah! Pas tongpes, andalannya tebengan atau traktiran. Giliran teman yang tongpes, jangankan ngasih gratis, ngutangin aja pakai mikir. Teman model begitu jelas nggak asik, Kawan!

Nggak mau kan, jadi orang pelit? Lebih baik jadi orang loma atau dermawan. Kalau punya uang atau makanan lebih, jangan cuma disimpan atau dimakan sendiri, ajak teman untuk menikmati “kelebihan” rezeki yang kita punya. Bukannya kebersamaan itu lebih indah ya? Meskipun yang kita punya nggak terlalu banyak atau mewah, misalnya kita beli gorengan beberapa biji nih, ajaklah teman-teman kos rame-rame menikmati. Jangan terus ngunci diri di kamar dan berharap teman nggak tahu kalau kita sedang “pesta pora.” Lain cerita kalau makanan yang kita punya cuma pas untuk kita sendiri, makannya boleh sambil sembunyi-sembunyi, hehehe.

Kedermawanan juga termasuk dalam urusan bersedekah, misalnya kepada kerabat dekat, fakir miskin, anak yatim, korban bencana alam, orang miskin yang butuh biaya berobat, dan lain-lain yang tentunya teman-teman juga sudah tahu. Oh iya, kepada orang-orang miskin yang bersikap ‘iffah (menjaga diri dari meminta) juga hendaknya sedekah ini diberikan. Karena mereka menjaga diri dan kehormatannya dengan nggak minta-minta kepada sesama manusia. Lho, terus gimana kita bisa tahu kalau mereka nggak minta-minta? Tentunya orang beriman yang punya firasat kuat yang tahu. Yang pasti, jangan sampai kita berlebih-lebihan dengan apa-apa yang kita punya sementara orang-orang terdekat kita tercekik-cekik hidupnya.

Teman-teman, ajaran Islam yang mulia ini juga sedikitpun nggak menganjurkan pemeluknya untuk bersikap kikir lho! Simak aja perintah-perintah untuk berzakat dan bersedekah seperti yang termaktub dalam dua firman Allah berikut ini.

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al Baqarah [2]: 195)

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al Baqarah [2]: 254)

Sebaliknya, banyak sekali larangan untuk bakhil yang sebagiannya ditunjukkan dalam ayat-ayat berikut.

“Sekali-kali, janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat…” (QS Ali ‘Imran [3]: 180)

”…Dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka…” (QS An Nisaa’ [4]: 36-37)

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (QS Al Lail [92]: 8-10)

Islam juga mengajarkan untuk memberi dengan sesuatu yang kita cintai, seperti tersebut dalam QS Ali ‘Imran [3]: 92 yang menyatakan bahwa kita tidak akan sampai kepada kebajikan yang sempurna hingga kita menafkahkan sebagian harta yang kita cintai. Makanya sebagai muslimah yang ingin menerapkan ajaran Islam secara kaffah juga sepantasnya menghindari sikap kikir, alih-alih meningkatkan kedermawanan. Nggak usah khawatir akan takut miskin kalau suka memberi, apalagi rezeki kita sudah dijamin oleh Allah yang Maha Memberi Rezeki. Justru yang harus kita takutkan, adalah memelihara kebakhilan yang potensial menjauhkan harta kita dari keberkahan-Nya.

Ehm, tapi dermawan juga bukan sembarang dermawan lho! Nanti salah-salah malah akan menjatuhkan kita ke lembah kebinasaan. Ya, sedekah yang nggak terukur juga nggak baik, karena dikhawatirkan akan membuat kita menjadi manusia yang menganggap sedekah adalah satu-satunya pembuka pintu rezeki. Sikap dermawan yang benar adalah proporsional, dalam artian tidak terlalu kikir juga tidak terlalu berlebihan.

“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS Al Israa’ [17]: 29)

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS Al Furqaan [25]: 67)

Tips:

  • Biasakan selalu menyisihkan sekitar 2.5-10% dari pendapatan kita untuk keperluan zakat, infak dan sedekah.
  • Biasakan untuk memberi dan berbagi, apapun kelebihan rezeki yang kita punya, kepada keluarga, kerabat, teman dan sahabat.
  • Menanamkan sikap takut siksa Allah apabila menolak bersedekah.
  • Meyakini bahwa rezeki kita telah ditetapkan dan diatur Allah, nggak perlu takut miskin karena bersedekah.
  • Menanamkan sikap kepedulian dan kedermawanan pada keluarga sejak dini.
  • Biasakan memberi dengan barang terbaik, bukan dengan yang nggak kita sukai.
  • Meskipun dermawan, nggak perlu “overdosis” juga kali! Yang dinilai Allah bukan nominalnya, tetapi keikhlasan amal kita. Jangan sampai kebanyakan sedekah kita malah menelantarkan kebutuhan pokok kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: