10 muwashshaffat tarbiyah from hassan al banna

  1. salimul ‘aqidah (akidah yang selamat)
  2. shahihul ‘ibadah (ibadah yang benar dan sesuai sunnah)
  3. matinul khuluq (akhlak yang mantap)
  4. mujahidul linafsihi (bersungguh-sungguh)
  5. qadirun ‘alal kasbi (mandiri)
  6. qawiyyul jismi (fisik yang sehat dan kuat)
  7. mutsaqaful fikri (berwawasan luas)
  8. munazham fi syu’nihi (tertata/organized)
  9. haritsun ‘ala waqtihi (menjaga dan menghargai waktu)
  10. nafi’ul lighayrihi (bermanfaat bagi orang lain)

Pertama tau 10 muwashshaffat ini pas baca Gue Never Die-nya Salim A. Fillah tahun 2007 (benernya itu buku udah terbit tahun 2005-an). Saking terkesannya langsung saya catet di notes jaman kuliah. Padahal waktu itu belum terlalu ngerti tentang tarbiyah (emangnya sekarang ngerti?). Di lampiran buku itu, Akh Salim menjabarkan berbagai bentuk implementasi sepuluh muwashshaffat yang dicetuskan oleh Asy Syahid Hassan al Banna, yang ternyata maksudnya adalah bentuk pribadi Muslim ideal yang ingin dibentuk oleh dakwah tarbiyah, ke dalam tiga aspek: fisik, emosi dan spiritual.

Pengamalannya, wow, sungguh bukan perkara mudah. Di mana kalau kita berhasil menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, akan melahirkan pribadi Muslim yang komplet dan oke banget deh pokoknya. Penjabarannya gini nih (versi idealnya saya, tapi comot-comot dari Gue Never Die juga sih).


Salimul ‘Aqidah

  • nggak takut sama yang mistik-mistik
  • nggak percaya firasat, pertanda, perasaan nggak enak, dll.
  • nggak percaya ramalan, primbon, hari baik bulan baik, dll.
  • nggak terlalu percaya diri dan percaya kekuatan fikiran (seperti yang sekarang booming digemborkan para motivator)
  • yakin sama laa hawlaa walaa quwwata illa billaah
  • nggak menghina Islam dan marah kalau ada orang yang menghina Islam
  • menanamkan takut (khauf) kepada Allah dan berharap (raja’) hanya kepada Allah
  • sabar menerima segala ketentuan dari Allah (yakin bahwa Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya)
  • sabar dalam melakukan ketaatan
  • cinta Allah, Rasulullah dan jihad fi sabilillah melebihi apapun

Shahihul ‘Ibadah

  • selalu berusaha menjaga wudhu, termasuk sebelum tidur
  • menjaga shalat tepat waktu (dan berjama’ah tentunya buat laki-laki)
  • menjaga shalat sunnah rawatib muakkad (qabliyah dan ba’diyah)
  • menjaga tilawah Qur-an (berusaha khatam sebulan sekali, lebih bagus lagi kalau sepekan sekali)
  • bayar zakat kalau harta memenuhi nishab dan haul (nggak cuma fitrah aja lho)
  • puasa sunnah (Senin Kamis atau ayaumul bidh: puasa pertengahan bulan qamariyah)
  • berniat haji dengan buka rekening tabungan haji di bank syariah serta berkomitmen untuk mengisinya setiap bulan)
  • berniat qurban dengan nabung sejumlah uang setiap bulan untuk dibelikan kewan qurban pas Idul Adha
  • baca al ma’tsurat (zikir pagi dan sore) ba’da shalat subuh dan ashar
  • qiyamul lail setiap malam
  • shalat dhuha
  • menyisihkan sebagian harta untuk shadaqah
  • menjaga do’a dalam aktivitas apapun
  • berdzikir dan berdo’a ba’da shalat
  • mengawali segala sesuatu dengan basmalah serta mengakhirinya dengan hamdalah dan istighfar
  • meniatkan segala sesuatu karena Allah, bukan mencari ridha manusia
  • khusyu’ dan menerapkan muraqabah (merasa selalu diawasi Allah) –> ihsan (beribadah seolah-olah melihat Allah)
  • mengikuti majelis ta’lim, liqo’ (setidaknya punya murabbi/pembina)

Matinul Khuluq

  • menghindari ghibah, su’udhan, ghadhab, riya’, bakhil, ujub, takabur, serakah dan kufur ni’mat
  • menerapkan qaulan sadiida, qaulan ma’rufa, qaulan maysura, qaulan layyina, dan qaulan kariima
  • menjadi pribadi yang ramah: membiasakan senyum, sapa, salam, sopan dan santun (aa gym banget), nggak jutek dan ngebetein
  • memperhatikan orang lain, lebih banyak mendengarkan, nggak cuma mendengar apalagi didengar
  • mengurangi ngomong yang tidak bermanfaat
  • apresiatif, menghargai orang lain dan tidak meremehkan
  • mengurangi ego dengan banyak mengalah
  • menghindari berdebat (walaupun berada di atas kebenaran)
  • nggak hasad, ghill dan dendam
  • bahagia dengan kehidupan sendiri, nggak membanding-bandingkn dengan kehidupan orang lain, banyak bersyukur
  • bahagia dengan kebahagiaan keluarga, sahabat dan teman
  • mementingkan orang lain (menerapkan “muslim satu dengan muslim lain bagaikan satu tubuh”)
  • nggak menghakimi/nge-judge sembarangan
  • menanamkan kepedulian
  • nggak merasa diri paling baik, benar, bebas dosa sementara orang lain penuh dosa
  • amanah (terhadap rahasia atau urusan yang dipercayakan orang lain kepada kita)
  • nggak menasihati kecuali: perlu, diminta, hanya berdua
  • percaya yang terbaik dari setiap orang
  • menahan emosi dan nafsu untuk memenangkan pembicaraan
  • nggak mudah marah, bisa mengendalikan diri
  • pemberani terhadap apapun, kecuali Allah
  • menerapkan birrul walidayn
  • perhatian sama keluarga
  • bersosialisasi di dunia nyata (nggak hanya eksis di dunia maya)
  • menjaga izzah sebagai Muslim
  • menutupi aib orang lain yang sudah ditutup Allah
  • nggak mengadu domba, memata-matai dan memfitnah
  • menerapkan al wala’ wal bara’ terhadap makhluk Allah
  • menampakkan keceriaan dalam segala kondisi, terutama kondisi sulit
  • menanamkan keikhlasan, nggak berharap balasan apapun kecuali ridha dan balasan dari Allah
  • nggak berlebihan, proporsional, bersikap wasath (pertengahan)
  • lemah lembut
  • sabar dan “ngemong” orang lain, terutama ketika menghadapi “orang sulit”
  • nggak eksklusif dan membeda-bedakan orang (asal nggak niru yang jelas jelek)
  • berperilaku sesuai prinsip Quran dan sunnah
  • menjadi orang yang “sedikit”, nggak ngikutin tren sesaat, nggak terjebak mode dan tren, nggak sembarang ngikut yang nggak ada juntrungan
  • selalu ingat dosa dan nggak mengingat-ingat kebaikan
  • selalu merasa kurang amal, kurang taat, kurang ibadah
  • nggak mengeluh kepada manusia, hanya mengeluh kepada Allah
  • memelihara empati, bukan malah nggak mau kalah soal “kemalangan”
  • merahasiakan musibah, sakit dan sedekah
  • nggak merekomendasikan diri sendiri
  • belajar akhlak dari orang-orang shalih
  • berguru nggak hanya dari buku atau internet, tapi murabbi beneran
  • menjaga silaturrahim dan ukhuwah

Mujahidul Linafsihi

  • menerapkan gaya hidup halal mulai dari makanan, tempat tinggal, sumber penghasilan, dll
  • hanya mengonsumsi produk-produk yang terjamin kehalalannya (bersertifikat MUI atau organisasi lain yang berhak menyatakan kehalalan suatu produk)
  • nggak memajang foto, patung, boneka atau apapun yang menyerupai makhluk hidup di rumah
  • menghindari uang syubhat, apalagi haram
  • nggak merubah ciptaan Allah kecuali darurat dan alasan kesehatan
  • nggak ber-KB buatan kecuali alasan kesehatan
  • menjauhi tempat-tempat maksiat
  • nggak ber-khalwat dan ikhtilat dengan non mahram
  • menutup aurat dan ghadul bashar (menjaga pandangan)
  • memprioritaskan dakwah, tarbiyah, harakah (ini kata Ummi Salim)
  • belajar dari kehidupan syaikhut tarbiyah Ustadz Rahmat Abdullah (Allah yarham) dan Ustadzah Yoyoh Yusroh (Allah yarham)
  • punya murabbi, konsisten dalam menuntut ilmu dan mengamalkan
  • menerapkan muraqabah (merasa selalu diawasi Allah), mu’ahadah (menepati komitmen), muhasabah (evaluasi diri), mu’aqabah (menghukum diri jika melakukan kesalahan) dan mujahadah (bersungguh-sungguh)
  • bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita
  • mencita-citakan akhirat, memprioritaskan akhirat jauh di atas dunia dan seisinya

Qadirun ‘Alal Kasbi

  • menjauhi riba, uang syubhat, apalagi uang haram
  • belajar dari buku-buku tentang manajemen keuangan dan investasi yang sesuai syariah
  • bercita-cita dan berusaha menjadi pengusaha (agar lebih mandiri, memberdayakan orang lain dan menciptakan lapangan pekerjaan)
  • menginvestasikan kelebihan harta, lebih dari menabung
  • menghindari hutang kecuali terpaksa
  • menyimpan uang di bank syariah
  • jika butuh jasa asuransi, pilih asuransi syariah
  • melatih kemandirian finansial pada anak sejak dini
  • memprioritaskan membantu orang yang sungguh-sungguh bekerja, bukan meminta-minta
  • membantu orang-orang yang kesulitan finansial, dengan pemberdayaan dan (bila perlu) uang
  • membantu orang-orang yang iffah (menjaga diri dari meminta) dan para gharimin (orang yang berhutang) di jalan Allah
  • rajin shadaqah: kepada orang tua, mertua, kerabat, orang-orang yang membutuhkan
  • menyalurkan uang riba dan syubhat untuk keperluan fasilitas umum
  • menghindari hasad terhadap orang yang memiliki kelebihan harta dari kita
  • menerapkan zuhud pada dunia dan pada apa yang dimiliki manusia
  • proporsional dalam membelanjakan harta: nggak terlalu boros dan kikir
  • berikhtiar sungguh-sungguh mencari rizqi yang halal dan thayyib dengan do’a dan usaha
  • mendidik anak untuk bekerja keras dan nggak serba instan
  • berusaha wakaf agar menjadi amal jariyah
  • memberi pinjaman pada orang-orang yang membutuhkan (tentu saja tanpa bunga)

Qawiyyul Jismi

  • olahraga minimal sepekan sekali
  • menghindari makanan bervetsin
  • hanya makan makanan yang halal dan thayyib
  • memasak makanan yang halal dan thayyib
  • berlibur dan berhibur dengan objek liburan dan hiburan yang bermanfaat serta mencerahkan (supaya lebih menyadari kebesaran Allah)
  • bergaya hidup bersih, rapi dan sehat
  • menjaga adab makan, minum dan tidur sesuai tuntunan Rasulullah
  • bersabar dan nggak mengeluh saat tertimpa musibah sakit
  • menanamnkan sikap kuat dan nggak takut sakit
  • berobat dengan dzikir dan Quran
  • menepati adab bersuci dengan baik dan benar
  • menanamkan cinta kebersihan dan kerapian pada anak sejak dini

Mutsaqaful Fikri

  • hanya membaca dan berlangganan media massa terpercaya, berimbang dan tidak mendiskreditkan Islam
  • hanya membaca dan membeli buku bermutu yang bermanfaat dantidak menyesatkan
  • melatih kemampuan menulis
  • melatih kemampuan menyampaikan pendapat dan berbicara di depan umum
  • memanfaatkan social dan information media dengan bijak
  • nggak mudah terprovokasi isu-isu menyesatkan dengan membiasakan klarifikasi dan mengembangkan perspektif tajam
  • mencari tahu perkembangan dunia Islam melalui media terpercaya
  • berniat dan berusaha memperbaiki bacaan Quran
  • berniat dan berusaha menghafal Quran
  • mengikuti kajian keislaman serta liqa’at tarbiyah
  • mengikuti seminar, workshop, training yang bermanfaat bagi diri dan pekerjaan
  • profesional dalam bekerja
  • nggak nonton televisi kecuali secukupnya
  • nggak ngikutin gosip artis atau aneka rupa berita remeh yang nggak bermanfaat
  • berorientasi pada solusi, bukan masalah yang dihadapi

Munazham Fi Syu’nihi

  • membuat prioritas
  • membuat rencana kegiatan dan mengevaluasinya
  • membuat rencana keuangan dan mengevaluasinya
  • menyusun proposal hidup dan berusaha memenuhinya (versi Pak Jamil Azzaini)
  • merapikan dokumen pribadi dan pekerjaan
  • aktif dalam kegiatan dakwah dan masyarakat
  • bersosialisasi di masyarakat: pengajian, takmir masjid setempat, PKK, RT RW, komunitas yang bisa meng-upgrade diri
  • memegang janji dan amanah yang dipercayakan
  • profesional dan semangat belajar sepanjang hayat
  • berani ber-’amar ma’ruf nahi munkar
  • menjaga komitmen dalam aktivitas dan resolusi yang telah disepakati

Haritsun ‘Ala Waqtihi

  • memprioritaskan waktu untuk kegiatan yang: penting dan mendesak, penting tetapi tidak mendesak, mendesak tetapi tidak penting, tidak penting dan tidak mendesak
  • berusaha produktif dengan menetapkan prioritas
  • tidak menunda-nunda perbuatan baik sedetikpun
  • boleh menunda kesenangan sesaat
  • berusaha menepati janji dan waktu yang telah disepakati
  • membuat perencanaan kegiatan serta evaluasinya
  • mengurangi kegiatan yang tidak bermanfaat
  • menerapkan reward and punishment pada diri sendiri kalau berhasil dan gagal dalam menggunakan waktu
  • selalu ingat mati, agar lebih produktif dalam beramal shalih
  • mendisiplinkan shalat

Nafi’un Lighayrihi

  • shadaqah
  • ‘amar ma’ruf nahi munkar
  • tulus ikhlas dalam berbuat baik
  • nggak membunuh binatang apapun yang nggak mengganggu
  • cinta lingkungan: menerapkan green lifestyle dengan bergabung dalam green community
  • dinamis, enerjik, nggak pasif
  • peka dengan masalah yang menimpa orang lain dan berusaha mencarikan solusinya
  • menjadi orang yang solutif, bukan malah membebani
  • hanya melakukan yang bermanfaat bagi orang lain dan diri sendiri
  • mementingkan orang lain (menerapkan “muslim satu dengan muslim lain bagaikan satu tubuh”)
  • bergabung dalam komunitas pemberdayaan masyarakat
  • mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan
  • menjadi donatur/relawan panti asuhan/lembaga amal
  • berkontribusi pada masyarakat
  • tolong-menolong dalam kebaikan
  • saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran
  • orang lain harus merasa aman dari gangguan lisan dan tangan kita
  • nggak membawa mudharat bagi orang lain
  • nggak membuat sedih orang lain, nggak mematikan harapan orang lain
  • nggak mencela orang lain
  • berusaha keras menjadi manusia wajib, dan menghindarkan diri dari menjadi manusia yang mubah, makruh bahkan haram

4 Comments »

  1. dwihimura said

    “nggak terlalu percaya diri dan percaya kekuatan fikiran (seperti yang sekarang booming digemborkan para motivator)”

    maksudnya gimana Mbak?
    biar gak terjadi ambigu

    • sekarang ini kan banyak tu dek, motivator yang memotivasi pesertanya dengan fikiran-fikiran untuk selalu percaya diri, merasa bahwa diri ini pasti bisa, merasa diri ini selalu hebat, maksudnya emang mungkin emang biar menyemangati agar kita selalu optimis, pantang menyerah, pemberani, pokoknya biar kita nggak merasa kalah sebelum bertanding, tapi tanpa sadar kita jadi menomorduakan kekuasaan Allah dalam mencapai kesuksesan, padahal cuma Allah-lah penentu keberhasilan kita.. tapi bukan berarti nggak terlalu percaya diri itu identik dengan pesimis dan suu’dhan lho ya, kita tetap diwajibkan untuk berusaha semaksimal mungkin dan berdo’a, intinya ikhtiyar, tapi masalah hasil, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah

  2. dwihimura said

    ataw diganti jadi gini Mbak..

    “nggak terlalu percaya diri dan nggak terlalu percaya kekuatan fikiran (seperti yang sekarang booming digemborkan para motivator)”

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,020 other followers

%d bloggers like this: