broad-minded: berlayar di samudera ilmu

Perkembangan iptek yang begitu pesat telah “memaksa” diri kita untuk selalu update dengan beragam informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia. Karenanya, wawasan luas jelas diperlukan agar tidak semakin tertinggal di era – yang kata orang – keberlimpahan ini. Walaupun zaman sekarang, mencari informasi sudah bukan menjadi hal yang rumit lagi. Berbagai gadget yang menyediakan menu-menu social dan information media seperti Facebook dan Twitter seolah “disiapkan” untuk kita yang tidak ingin ketinggalan berita, informasi maupun isu hangat baik skala regional, nasional maupun internasional.

Derasnya arus informasi dan kemudahan pengaksesannya tentu saja bagai mata uang yang memiliki sisi positif dan negatif. Positifnya tentu saja, kita dengan mudah dapat menjadi orang yang paling up to date dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar. Namun negatifnya, terkadang sumber-sumber dari berbagai informasi ini sering saling tumpang tindih sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat awam seperti kita.

Makanya, sebagai muslimah yang smart, berwawasan luas dan berpandangan terbuka, kita harus selektif memilih dan memilah mana-mana saja sumber informasi yang layak dipercaya. Jangan begitu mudah menerima mentah-mentah semua informasi yang kita lihat dan dengar di media massa. Semua harus diklarifikasi kebenarannya melalui sumber yang terpercaya. Jangan pula mudah terpancing isu yang merebak di masyarakat kita, karena sebagian besar isu mengandung provokasi.

Wawasan luas juga terkait dengan antusiasme kita dalam menuntut ilmu dan mengembangkan kapasitas serta potensi diri. Ehm, ini nggak melulu soal ilmu formal yang kita dapatkan di bangku sekolah, kuliah, serta pekerjaan lho! Ilmu di sini juga termasuk ilmu agama sebagai syarat diterimanya amal-amal ibadah yang kita lakukan, yang tentu saja pengaruhnya gede banget bagi kebahagiaan dunia akhirat kita. Lainnya, ilmu yang menunjang dalam pengembangan diri, seperti ilmu public speaking atau berkomunikasi di depan umum, ilmu yang terkait hobi seperti menulis, desain grafis, fotografi, atau – tentu saja bagi muslimah – ilmu memasak, merajut, parenting serta aneka rupa ilmu kerumahtanggaan lain yang menyokong keharmonisan rumah tangga kita kelak🙂

Tuh makanya, jangan merasa mentang-mentang perempuan – yang di masyarakat identik dengan stigma kasur, dapur dan sumur – terus jadi males menuntut ilmu dan meng-upgrade wawasan kita. Lagian, siapa sih yang suka deket-deket muslimah yang canggung dan terkesan nggak nyambung diajak ngobrol akibat minimnya wawasan dan pengetahuan yang kita punya? Muslimah juga kelak menjadi ibu yang merupakan madrasah teragung bagi perkembangan anak-anaknya. Kalau ibunya nggak smart, mana mungkin bisa jadi the most complete library bagi putra-putrinya kelak? Apalagi yang namanya anak kecil tuh curiousity-nya tinggi banget lho! Kalau nggak mau cep-klakep di depan mereka, persiapkan wawasan sejak sekarang!
Tips:

  • Rajin browsing berita atau ulasan yang bermanfaat, bukan sekedar yang populer atau up-to-date tapi nggak terlalu esensial.
  • Langganan media massa terpercaya.
  • Mengasah potensi diri dengan mengikuti seminar, training atau workshop berkualitas, misalnya: seminar enterpreneurship, pernikahan, parenting, manajemen diri dan keuangan; workshop menulis, fotografi, memasak, merajut; dan lain-lain lanjutkan sendiri.
  • Latihan bikin tulisan atau artikel yang me-review berita terkini, atau tulisan lain terkait bidang yang sedang dipelajari atau diminati.
  • Aktif di forum-forum diskusi dengan tema-tema yang nggak sekedar aktual, tapi lebih dari itu, produktif dan bermanfaat.
  • Menggunakan social dan information media sebijak mungkin, misalnya untuk mencari tahu berita terkini, bukan untuk nggosip atau stalking account teman😛
  • Rutin mengunjungi toko buku atau perpustakaan sekaligus mengoleksi buku-buku bermutu.
  • Memperluas pergaulan yang positif, karena bagaimanapun, relasi sangat penting untuk membuka wawasan dan pengetahuan baru.
  • Bersemangat menuntut ilmu, baik di majelis ta’lim, bangku sekolah, maupun bangku kuliah.

2 Comments »

  1. perempuang memang harus rajin untuk mengupdate informasi agar stigma di masyarakat tentang kasur, dapur dan sumur itu tidak melekat lagi pada perempuan…
    salam dari laki-laki…. hahahahah:mrgreen:

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: