catatan untuk hati yang kehilangan

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” QS Al Baqarah: 216

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” QS Al Ahzab: 36

Kiranya cukup dua firman-Nya itulah yang menguatkan saat hati diliputi kesedihan. Saat dunia mendadak tak ramah. Saat yang disayangi tiba-tiba pergi. Saat yang diangankan tak menjadi kenyataan. Pasti ada hikmah di balik kepahitan yang terjadi. Mungkin kini belum kita pahami, tapi nanti, lihat saja, betapa Dia tak akan pernah menyalahi janji.

Ketetapan-Nya itu pasti. Dan seharusnya, tak boleh ada pilihan lain ketika ketetapan-Nya berlaku. Hanya Dia yang paling mengetahui yang terbaik untuk kita. Apa yang kita benci, belum tentu buruk bagi kita. Sementara apa yang kita sukai, belum tentu baik menurut pandangan-Nya. Satu lagi yang pasti, aturan yang dibuatNya, bertujuan untuk memuliakan kita, bukan mempersulit atau bahkan membuat kita bersedih. Lagipula, apa sih yang kita cari di dunia ini? Kesenangan-Nya atau kesenangan kita sendiri? Tentu kesenangan-Nya bukan?

Jangan pernah mendikte-Nya. Merasa tau yang terbaik sehingga terluka atas apa yang telah Dia tetapkan untuk kita. Mungkin saat ini kita masih begitu berduka, mungkin luka masih membuat hati nyeri, mungkin kenangan buruk itu belum bisa tersapu bersih dari hati dan fikiran, tetapi lihat saja, esok atau lusa kita akan tersenyum seraya berucap syukur atas ketetapan-Nya.

Selalu ada ganti yang pergi. Selalu ada yang kembali ketika yang lain luput. Selalu ada kemudahan di balik kesulitan. Dua kali diabadikan dalam salah satu surah-Nya yang mulia. Bahkan kemudahan itu menawarkan jauh lebih banyak pilihan dibanding kesulitan itu sendiri.

Atas semua itu, apalagi yang kita risaukan? Kembali saja kepadaNya. Hanya Dia satu-satunya pengobat resah, penyembuh gundah. Bukan segala hiruk-pikuk duniawi yang hanya memberi kesenangan temporer. Berjalanlah kepadaNya, karena sungguh Dia akan berlari menghampiri kita. Mendekatlah kepadaNya sejengkal, karena Dia akan mendekati kita sedepa. Dia, sungguh lebih dekat dari urat leher kita. Dialah Rahman dan Rahim. Sudah sepantasnya Dia mendapatkan cinta tertinggi kita, bukan nama-nama lain yang sungguh tak abadi.

Percayalah, Dia melakukannya untuk menjagamu, sayang.

2 Comments »

  1. riza dian kurnia said

    pus, bagus bgt😥

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: