saat kesulitan datang

Hidup di dunia hanya sebentar saja
Bila duka bila tawa smoga hati kembali pada-Nya
Waktu yang berlari takkan pernah bisa kembali lagi
Bila perih bila sedih air mata bukan segalanya

Hanya hamba Allah yang slalu berserah
Hanya hamba Allah yang slalu berpasrah
Karna segalanya tergantung pada-Nya
Hanya pada Dia semua bermuara

Detik waktu kan berlalu
Suka duka kan berlalu
Tiadalah semua abadi
Tangis tawa air mata
Semua kan berlalu dan pergi

Hanya pada Allah hati kan berserah
Hanya pada Allah jiwa kan berpasrah
Karna segalanya tergantung pada-Nya
Hanya pada Dia semua bermuara

Satu nasyid milik Opick berjudul “Hamba-hamba Allah” ini agaknya pas untuk menguatkan kita yang sedang berada dalam kesulitan. Kadang memang kehidupan tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Aneka kesedihan, jalan buntu, goncangan dan ketidakstabilan, kerap menghampiri. Ya, hidup memang layaknya putaran roda yang memiliki titik terendah dan tertingginya sendiri. Pada saat berada di atas, sudah selayaknya kita menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur. Demikian sebaliknya, jika suatu saat kita berada pada titik nadir, penanaman kesabaran yang mengakar menjadi suatu hal yang niscaya supaya kita tetap bisa menikmati kehidupan yang dianugerahkan-Nya.

Sesungguhnya segala keresahan dan kesedihan yang dialami kaum muslimin adalah ujian dari Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika ada yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa capek, sakit, kebingunan, kesedihan, kezhaliman orang lain, kesempitan hati, sampai duri yang menancap di badannya maka Allah akan jadikan semua itu sebagai penghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

Ya, memang ada kalanya kesulitan ditimpakan Allah untuk menguji kita, apakah dengannya kita bertambah taat atau bertambah maksiat. Jika kita mampu melaluinya dengan berbesar hati, insya Allah kita akan “naik kelas” menjadi hamba yang lebih dimuliakan. Kadang pula musibah dihadirkan-Nya untuk kita sebagai peringatan, akibat perbuatan buruk kita di masa lalu, sehingga, seperti sabda Rasulullah di atas, dosa-dosa kita bisa terhapus, atau azab di akhirat kelak bisa diringankan.

Jadi, apapun kesulitan yang sedang kita hadapi sekarang, apakah itu berupa kekurangan harta, kenaikan BBM dan sembako, vonis penyakit, belum dipertemukan dengan pasangan hidup, diberhentikan dari pekerjaan, kehilangan orang-orang tercinta, fitnah dahsyat… hadapi saja dengan tenang. Percaya saja bahwa kita tak pernah benar-benar sendiri. Masih ada harapan, masih ada Allah tempat menggantungkan segala asa, tempat mengadukan segala keluh kesah. Selama iman masih menancap kuat di dada, jangan pernah menyerah, karena Allah beserta kita. Karena masih ada “dunia lain” yang jauh lebih pantas kita harapkan, itulah akhirat. Gelisahkan akhirat, maka Allah akan menenteramkan dunia kita🙂

2 Comments »

  1. uyayan said

    terima kasih pencerahanya…

    saya juga lagi belajar dan terus belajar untuk bisa terus bersabar dan bersyukur…

    • sama-sama Pak, semoga Allah memudahkan kita semua untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang bersabar dan bersyukur, aamiin

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: