posting edisi galau (wordpress version)

Makin lama, saya makin bingung dengan diri saya sendiri. Semacam ada dua manusia berbeda di dalamnya. Kadang saya begitu pasrah dalam ketundukan kepada-Nya. Itu terjadi ketika saya berada di ibukota ini, bekerja dan menjalani kehidupan normal. Hati ini begitu khusyu’ dan bersemangat menjalankan perintah-Nya bahkan sunnah rasul-Nya. Larangan-larangan-Nya juga sebisa mungkin saya jauhi. Yang cukup mengejutkan, saya juga menerapkan mu’ahadah, muraqabah, muhasabah, muaqabah serta mujahadah dalam setiap aktivitas saya sehari-hari. Tetapi “segala yang baik-baik” itu fana adanya. Saya begitu berbeda ketika di rumah, kembali pulang ke kampung halaman. Jangankan shalat sunnah, shalat wajib tepat waktu aja males-malesan. Boro-boro “menghukum” diri atas “dosa-dosa” yang dilakukan, mengingatnya saja saya malas! Hobi banget ngomongin kejelekan orang lain (itulah yang menyebabkan posting tentang ghibah nggak selesai-selesai juga), ribut-ribut terus sama Mama, Papa dan Ica, ngomong kasar, dan segala macam kejelekan lainnya.

Efeknya, setiap kembali lagi ke ibukota, saya selalu merasa galau. Pengennya nangis terus. Kayaknya semua hal potensial bikin air mata ini keluar dengan suksesnya. Rasanya menyesal juga, pulang kampung yang harusnya diisi dengan hal-hal yang menyenangkan dan bermanfaat malah dipenuhi keributan yang sia-sia. Menyesal telah menyakiti perasaan banyak orang, mengecewakan banyak orang. Menyesal karena mengalami perubahan kuantitas — karena kualitas hanya Allah yang berhak Menilai — ibadah ketika di rumah.

Di tengah kegalauan itu saya berfikir, alangkah enaknya kalau ada pelipur lara berupa manusia yang lucuuuuuu buanget. Yang seakan nggak pernah sedih, yang kelucuannya bisa mengusir semua kegalauan yang serba nggak jelas, yang selalu menghibur tanpa menyalahkan atau menganggap saya mellow banget, dan seterusnya – dan seterusnya (lagi-lagi saya kembali terjebak dengan masa lalu saya — segala rupa aneka rasa yang belum bisa berdamai dengan masa 2-3 tahun yang lalu). Berhari-hari saya terjebak dalam perasaan itu. Tapi kemudian saya sadar, sebaik-baik penyembuh itu kan Allah? Mosok yo malah mengharapkan manusia lain ciptaan-Nya? Lagipula, kalau mengharapkan penyembuh berwujud manusia itu, belum tentu juga setelah kehilangannya sedih saya akan hilang, boleh jadi malah makin bertambah. Intinya, manusia kan juga fana ya?

Setelah saya fikir-fikir lagi, segala kesedihan dan kegalauan yang sama alami disebabkan karena saya terlalu lama menjauhi-Nya. Setengah hati menjalankan perintah-Nya, ringan melanggar larangan-Nya. Mungkin juga karena udah nggak lagi baca dzikir ma’tsurat yang ada doa terhindar dari kesedihan dan kegelisahan. Mungkin juga karena terlalu sibuk memikirkan dunia, hingga lalai dengan akhirat yang lebih esensial digelisahkan.

Alhamdulillah. Plong sudah setelah menuliskan semua ini.

Dan saya benar-benar berharap Copita cepat sembuh ya Allah. Berilah yang terbaik untuk Copita, keluarga Copita, Ica dan keluarga Ica ya Allah. Hanya Engkau satu-satunya Pengabul Doa.

5 Comments »

  1. Kesadaran itu adalah setengah langkah menuju perbaikan.. tetapkan niat untuk menjadi lebih baik dan keluar dari kegalauan..:)

  2. uyayan said

    kegalauan timbul pasti ada alasanya..alasan dari kegalauan seseorang hanya diri sendirinya yang tau pasti…menceritakan kegalauan ke seseorang mungkin bisa jadi solusi..
    tetap semangat…

    • kadang memang kegalauan datang tanpa diundang, dan fikiran kita sendirilah yang menciptakan.. kadang juga kita sendiri malah larut dan menikmati kegalauan itu.. menceritakan kegalauan bagi saya boleh saja, tetapi jangan terlalu sering karena nanti kita dianggap drama queen, hehe.. terima kasih komentarnya🙂

      • uyayan said

        betul tu riz kalau terlalu sering mungkin saja c pendengar jadi merasa bosan mendengarnya hehehe
        gimana sekarang masih tetap galau ???

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: