sejenak merenung

 

Berikut ini saya rewrite salah satu puisi karya almarhum WS Rendra menjelang wafatnya pada Agustus 2009 lalu. Puisi berjudul Renungan Indah ini saya temukan di salah satu postingan mas @Saptuari, CEO Kedai Digital di blognya yang sebagian besar dipenuhi tulisan yang… magis dan bikin merinding!! Here’s one of them. 

ketika semua orang memuji milikku

bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya

bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya

bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya

bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:

mengapa Dia menitipkan padaku?

untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?

adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,

kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,

kusebut itu sebagai panggilan apa saja, untuk melukiskan kalau itu adalah derita

ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil, ingin lebih banyak popularitas, dan

kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

seolah semua “derita” adalah hukum bagiku

seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:

aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauhiku, dan

nikmat dunia kerap menghampiriku

kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih

kuminta Dia membalas “perlakuan baikku,”

dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,

padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah

“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

 

Setidaknya, ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari puisi di atas:

  1. harta, jabatan dan keturunan yang selalu kita bangga-banggakan hanya titipan dari Sang Pemilik Sejati yaitu Allah swt
  2. tak selayaknya kita menjadi sombong karena titipan-titipan yang suatu saat nanti pasti kembali kepada-Nya
  3. kalau selama di dunia kita tidak dititipi titipan-titipan yang berlebih, jangan pernah minder, kecewa, apalagi sampai menyimpan iri dengki dan kebencian kepada orang-orang yang berkelebihan, karena manusia paling mulia di sisi-Nya adalah yang paling bertaqwa
  4. menganggap semua titipan hanya semata titipan akan membuat kita tidak terlalu kehilangan saat Allah swt mengambil kembali titipannya
  5. jangan sampai kita menjadi pribadi yang kufur nikmat, karena sebenarnya yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita sudah jauuuuuuh melebihi dari amal ibadah apapun yang kita lakukan karena-Nya
  6. selain tidak diperkenankan untuk menyombongkan harta kekayaan, kita juga dilarang untuk sombong dalam hal amal ibadah. ujub, takabur, merasa diri paling mulia karena paling rajin shalat, puasa, shadaqah… ingat, sebanyak apapun amal ibadah yang kita lakukan takkan sanggup menandingi apa-apa yang telah diberikan-Nya untuk kita
  7. kalau kita sudah melakukan segala amal ibadah namun yang kita harapkan tak kunjung dikabulkan-Nya, jangan pernah berkecil hati apalagi marah dan menggugat Allah, karena yang pantas kita harapkan hanyalah ridha-Nya. sejatinya kita juga tidak pernah tau apa saja hal-hal yang terbaik dan bukan terbaik untuk kita

Ya Allah, sungguh aku malu dan tersindir. Semoga Engkau karuniakan keikhlasan di hati kami dalam menjalankan segala perintah serta menjauhi larangan-Mu. Jadikan kami hamba-hamba yang selalu bersyukur dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Kau karuniakan. Dan kalaupun di dunia ini Kau titipi kami dengan kekayaan, harta yang berlimpah, kekuasaan, jangan biarkan semua itu membuat kami melupakan-Mu, buatlah agar ia menjadi manfaat sebesar-besarnya bagi orang-orang di sekitar kami. Amiiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: