from nonfiction workshop with Asma Nadia :)

Ahad (3/7) yang lalu saya mengikuti workshop menulis nonfiksi yang diselenggarakan di Asma Nadia Center (pusat pelatihan milik Mbak Asma Nadia) di Depok, tepatnya di Jalan Merapi Raya No 42. Wuih, bener-bener perjuangan lho, mengingat:
1. Depok – yang notabene masuk wilayah Jawa Barat – lumayan jauh dari kos saya, sekitar 2 jaman lah
2. Saya agak takut pergi sendirian ke tempat yang belum pernah saya kenal
3. Saya enggak ngerti mau naik angkot apa menuju kesana
4. Investasi yang nggak terlalu sedikit, hehehe

Ternyata semuanya terbayar juga di workshop yang diisi oleh Mbak Asma dan Pak Isa Alamsyah (suami Mbak Asma) tersebut. Gimana enggak, selain dapet ilmu baru soal dunia tulis-menulis khususnya nonfiksi, di workshop itu saya juga dapat sebuah buku best seller “Emak Ingin Naik Haji” yang sudah difilmkan itu. Hmm, nggak nyangka bisa dapat tu buku gara-gara cerita yang saya bikin dibilang paling menarik sama Pak Isa, hihihi senang. Tambahan lagi yang bikin seneng: bisa foto bareng plus dapet tanda tangan Mbak Asma. Hehehe, mengingat selama ini saya belum pernah ketemu sama penulis manapun *padahal jelas, workshopnya Mbak Asma, mosok beliaunya nggak dateng? Hihihi

Yang menarik dari workshop ini, kami para peserta diminta melampirkan salah satu contoh karya yang akan dikomentari oleh Mbak Asma dan Pak Isa. Saya mengirimkan salah satu judul dalam blog ini yakni terbanglah kupu-kupu dan mendapat komentar juga dari Mbak Asma. Menurut Mbak Asma, bahasa yang saya gunakan sudah mengalir *alhamdulillah, namun untuk dijadikan suatu buku menurut Pak Isa temanya masih terlalu sempit *nggak kebayang gitu, mau jadi buku apa. Selain itu, judul yang saya gunakan juga tidak terlalu menjual. Hmm, ya nggak papalah, namanya juga masih pemula. Emang sih, dalam workshop ini peserta banyak mendapat kritik, tetapi Mbak Asma dan Pak Isa juga nggak segan melontarkan pujian jika ada peserta yang ide ceritanya dianggap menarik, seperti salah satu peserta yang mempunyai ide untuk membukukan kisah bersama ayahnya yang dianggap berhasil dalam mendidik anak-anaknya.

Memang workshop yang baik adalah workshop yang yang bisa membuat peserta mengetahui kelebihan dan kekurangannya, serta mengetahui cara-cara memperbaiki kekurangan tersebut. Dan semoga setelah mengikuti workshop, saya semakin bersemangat menulis. Menulis apapun, khususnya ide-ide yang sudah ada di otak ini. Pokoknya: satu buku sebelum mati?? BISA!!

4 Comments »

  1. adhin harum said

    hiiii….cerita paling menarik..ehemm *menuju TKP duluuu

  2. blackmimi said

    hehehhe, ceritanya g ada disini dhin, jadi g bisa kemana2 kamu, weeek

  3. Umarat said

    Ayo, di follow up rencana terbanglah kupu-kupu. Dimuat di blog ya?

  4. blackmimi said

    ya memang saya ambilnya dari blog mas. oke2, insyaallah direalisasikan. semoga kita sama2 konsisten menulis ya!!

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: