don’t stop blogging!!

Kemunculan dan eksistensi blog bagi penggemar aktivitas menulis layaknya penemuan oase oleh musafir yang kehausan di tengah tandusnya gurun *lebay. Kehadiran blog seolah memuaskan dahaga mereka akan sebuah media ekspresi diri yang nyaris tanpa belenggu dan limitasi. Betapa tidak, dengan adanya media yang merupakan akronim dari kata weblog ini, mereka bisa berekspresi seluasnya melalui tulisan sekaligus mempublikasikannya kepada khalayak. Bahkan sebuah blog bisa menjadi sumber mata pencaharian.

Tentu kita semua tau Raditya Dika, si ‘kambing jantan’ yang melejit popularitasnya ‘hanya’ karena ketelatenannya menuliskan catatan hariannya ke dalam media yang disebut blog. Kini siapa tak kenal Raditya Dika, selain blog pribadinya meraih Indonesian Blog Awards pada 2004, seluruh kejadian konyol yang ia publish ke dalam blog bertajuk kambingjantan itu dibukukan dengan judul yang sama dan sukses meraup best-seller. Tak cukup sampai disitu, Radith – panggilan akrabnya – kini resmi menjadi penulis spesialis novel dan komik komedi, direktur sebuah kantor penerbitan yang dimikinya, bintang film, sekaligus penulis skenario. Lagi-lagi semua berawal dari sebuah media bernama blog.

Kesuksesan Raditya Dika ini kemudian membuat orang-orang Indonesia lain berlomba-lomba untuk blogging – suatu istilah yang berarti membuat, memiliki, dan mengelola blog. Sebenarnya kemunculan blog di Indonesia sudah sejak 1999-2000, tetapi baru menjadi trend pada 2003. Sampai kurun waktu tertentu blog seolah merajai dunia cyber di Indonesia. Hingga kehadiran situs-situs social networking seperti Facebook (pertengahan 2008) dan micro-blogging Twitter (akhir 2009) di Indonesia membuat fenomena blogging sedikit terpinggirkan. Para pemilik blog, yang lazim disebut blogger, kini cenderung lebih memilih menggunakan kedua media tersebut untuk menyampaikan ide, pemikiran, dan gagasannya terhadap sesuatu. Bahkan ada ungkapan, senjakala di dunia blogging, yakni dewasa ini.

Realita ini tentu memprihatinkan bagi kita, para blogger. Sangat disayangkan jika peran media blog yang mampu mewadahi aspirasi para penggunanya tergeser oleh media lain yang sebenarnya memiliki spesifikasi dan fungsi yang berbeda dengan blogging. Coba bandingkan frekuensi kita meng-update blog, dalam artian menambah posting, meng-update layout, dan sebagainya dengan berkicau di Twitter atau meng-update Facebook kita. Pasti jumlah tweets kita selama sebulan akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah posting pada blog kita. Bahkan mungkin kini kita lebih sering menuliskan ide dan gagasan kita lewat menu Notes yang disediakan oleh Facebook.

Saya akui, menuliskan ide atau gagasan di Twitter atau Facebook memang jauh lebih mudah dibandingkan dengan mengungkapkannya dalam sebuah tulisan lewat media blog. Perlu waktu yang cukup lama untuk brainstorming dalam menghasilkan tulisan yang layak dibaca orang – mengingat tulisan kita di blog dapat ditemukan orang melalui search engine. Namun disitulah keunggulannya. Blog menjadi media yang paling efektif dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri lewat tulisan. Dengan blog, kita bebas berkarya dengan tulisan sepanjang apapun, lengkap dengan foto, audio, video, plus layout yang menarik. Dengan ‘memelihara’ blog, seseorang bisa belajar menjadi seorang penulis. Paling tidak, sebuah blog bisa menjadi masterpiece bagi penulis amatiran, hehehe.

Lewat blog kita juga bisa menjalin silaturrahim sesama blogger dengan blogwalking – saling berkunjung ke sesama blogger, kirim-kiriman komentar, sekaligus tukaran link. Lebih dari itu, blog juga merupakan media promosi efektif untuk menawarkan barang atau jasa kita, jika kita adalah seorang pebisnis. Jika kita memiliki lembaga yang bergerak dalam bidang sosial-kemasyarakatan, blog dapat menjadi media untuk memperkenalkan profil lembaga kita kepada masyarakat luas untuk mencari sponsor atau donasi. Hal ini karena blog merupakan media paling efektif untuk mengekspresikan diri, baik oleh pribadi maupun kelompok tertentu.

Memang ketiga media tersebut (blog, Facebook dan Twitter) dirancang dengan spesifikasi tertentu untuk tujuan tertentu. Blog misalnya, dengan fitur-fitur yang dimilikinya dapat menjadi sarana ekspresi, promosi, sekaligus menjalin silaturrahim, walaupun penggunaannya tidak sepraktis Twitter. Sedangkan Twitter, dengan ‘keterbatasannya’ yang hanya mampu menampung 140 karakter tulisan, menjadi media informasi paling up to date. Sementara Facebook dengan kapabilitasnya dalam memuat foto sekaligus menandainya untuk rekan-rekan kita, paling unggul dalam mengabadikan momen-momen penting bersama keluarga dan sahabat.

Dalam menghadapi masa-masa ‘paceklik’ dunia blogging, kita sebagai blogger masa kini harus mampu bersikap proporsional. Perubahan yang telah terjadi memang tak bisa ditolak. Itulah keniscayaan. Kemunduran blog juga bukan merupakan hal yang harus terus-menerus disesali. Yang paling penting adalah usaha kita memperbaiki agar dunia blogging tidak terpuruk semakin dalam. Tetapi jangan sampai pula kita menyalahkan kehadiran situs-situs baru yang jauh lebih praktis tersebut sebagai penyebab kemunduran dunia blogging. Dengan memanfaatkan ketiganya secara maksimal dan proporsional, ketiganya tetap akan berkembang tanpa ada yang termarginalkan.

Contoh usaha tersebut adalah sebagai berikut. Kita tetap blogging namun memanfaatkan bantuan baik situs social networking maupun micro-blogging untuk menyebarkan/mempublikasikan tulisan kita. Dengan begitu pembaca blog kita akan semakin banyak: tidak hanya berasal dari kalangan blogger saja, melainkan friends kita di Facebook dan followers Twitter kita. Nah, kalau gini caranya, kita tetap menjadi blogger yang update terhadap perkembangan zaman, tetapi juga tidak mengesampingkan kebutuhan berekspresi sekaligus aktualisasi diri lewat tulisan bukan??

Maju terus blogger dan dunia blog Indonesia!!

tulisan ini saya ikut sertakan dalam “Blogger Return Contest” oleh mbak anaz dan disponsori oleh Denaihati

Blogger Return Contest

1 Comment »

  1. anazkia said

    Hehehe..
    Ada juga yah masa paceklik dalam dunia blog🙂

    Makasih atas partisipasinya🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: