Laa Tahzan :)

Tulisan ini adalah tulisanku di akhir tahun 2009 dengan tema yang soooo mellow *dan bisa dikategorikan alay. Apalagi kalau bukan tentang cinta dan patah hati?? Hahaha. Berisi antara lain curcolan tentang tragedi putus dengan salah satu mantan yang awalnya sangat memilukan tetapi pada akhirnya membuka pintu kesadaran *halah. Nggak usah berpanjang lebar ria ah, males. Enjoy🙂

Heart break. Broken heart. Alias patah hati. Siapa sih yang belom pernah ngalamin penyakit satu ini? Boong banget kalu sampe ngaku nggak pernah kena heart break syndrome. Brani tarohan deh, semua orang di dunia yang pernah jatuh cinta pasti pernah ngerasain gimana nggak enaknya patah hati. Bahkan dalam sebuah lagu dangdut yang dinyanyiin Meggy Z, dibilangin kalu sakit gigi lebih baik daripada sakit gigi. Duileee, segitu dasyatnya pengaruh penyakit ini dalam kehidupan cinta manusia, sampe sakit gigi yang sensasinya uda ngujubileh masih lebih baik daripada sakit hati?!

Awalnya saya juga nggak percaya itu. Bagi saya, cinta nggak perlu ditanggepin secara serius. Yah, kita hidup cuma sekali kan?! Jadi ngapain pusing mikirin cinta?! Tapi ternyata nggak selamanya begitu. Sejak kehadiran *sebut saja namanya tama* saya mulai merasakan apa yang dinamakan jatuh cinta kepada lawan jenis. Saya juga nggak tau, kenapa saya begitu tergila-gila sama dia. He’s like an addictive to me. Walopun jelas dia bukan tipe laki-laki idaman para wanita. Tapi laki-laki seperti dia bener-bener belom pernah saya temui di manapun. He’s not a perfect boy, dan sebenernya saya nggak punya cukup alasan untuk terlalu menyayanginya, tapi saya selalu berkata pada diri saya sendiri: don’t u ever say ‘I love him because…’ but ‘I love him although…’, dan dengan begitu saya ngerasa saya bener-bener menyayangi dia dengan tulus, begitu pun sebaliknya, saya juga ngerasa dia bener-bener sayang sama saya sampe saya nggak ngebayangin gimana kalu harus putus sama dia.

Tapi apapun yang direncanakan manusia, semua berpulang pada Yang Kuasa. Karena suatu alasan, saya dan dia harus putus. Wah, benar-benar hancur hati saya waktu itu. Saya hanya bisa menangis berminggu-minggu. Sampe kepala pusing, napsu makan hilang, susah tidur *wah, lebai banget* tapi beneran, itu yang saya rasain waktu hubungan saya dengannya harus berakhir. Walopun sebenernya uda nyiapin mental untuk itu, tetep aja saya nggak siap! Sampe-sampe setelah insiden itu, yang paling pengen saya alami adalah amnesia, alias hilang ingatan, biar nggak inget-inget terus tentang kenangan bersama mantan saya yang sangat sempurna – di mata saya lho! Cukup lama saya terpuruk, merasa tak berdaya, dan nggak semangat melakukan apapun.

Dalam ketidakberdayaan itu, saya banyak merenung. Banyak membaca buku-buku pengembangan spiritual yang menyejukkan. Tanpa diduga saya malah menemukan indahnya cinta sesungguhnya. Ya, akhirnya saya sadar. Betapa selama ini saya telah melupakan-NYA. DIA yang harusnya menjadi satu-satunya yang berhak mendapatkan cinta sepenuhnya dari hamba-NYA. DIA yang harusnya menjadi satu-satunya tempat bersandar, tempat meletakkan segala kepercayaan, sumber kepercayaan diri dan kebahagiaan. Yang malah saya gantikan dengan keberadaan orang lain, yang sebenarnya belum halal bagi saya. Saya selama ini tau, kalu hubungan antara lawan jenis tanpa ikatan yang jelas – alias pacaran, adalah hal yang tidak disukai-NYA. La taqrabuzzina, begitu firman ALLAH dalam ayat-ayat-NYA yang suci. Tapi namanya manusia, pasti maunya serba enak, meski untuk itu ia harus memikul tanggung jawab besar. Murka ALLAH. Nggak saya pungkiri, pacaran memang enak. Tapi dosanya juga banyak. Oleh karenanya, mulai hari itu, saya berusaha menepis keinginan untuk pacaran. Menepis segala keinginan untuk kembali pada mantan saya – yang sebenernya masih saya sayangi.

Dari buku-buku yang saya baca, yang paling membekas dan patut digarisbawahi adalah serangkaian kalimat dari buku berjudul ‘Kenapa Harus Pacaran?!’ tulisan ukhti Rabi’ah al Adawiyah, begini bunyinya: adalah cinta bila seseorang menjadi merdeka karenanya, dan bukan cinta, bila kita justru ‘terjajah’ karenanya. Jangan hanya memandang cinta sebagai ‘perasaan’, karena kita akan cenderung bersikap posesif, pencemburu buta, lemah, dan mempunyai sebuah ketergantungan yang tidak sehat. Benarkah itu cinta, atau sekedar ‘kekaguman yang kita hiperboliskan’ sehingga kita seolah-olah begitu banyak ‘berkorban’, padahal itu hanyalah kekaguman yang menyiksa kita pada sesuatu yang belum pasti. Terima kasih Mbak Vida, tulisan Anda bener-bener telah mengubah cara pandang saya terhadap cinta, dari sesuatu yang identik dengan patah hati di belakangnya sehingga terkesan negatif, menjadi sesuatu yang positif dan menggelorakan semangat.

Dengan cinta, harusnya kita jadi lebih baik. Lebih bersemangat melakukan yang terbaik – bagi diri sendiri, bagi sesama, dan tentunya bagi Sang Pemelihara Cinta itu sendiri. Dengan cinta komunal – nggak hanya sebatas cinta kepada lawan jenis *apalagi yang belum halal* akan membuat hidup kita lebih indah dan berwarna. Beneran deh! Yakin nggak akan ada lagi patah hati ato penyesalan karena barusan putus cinta misalnya. Karena percaya sepenuhnya, bahwa ALLAH akan memberikan ganti yang lebih baik, pada waktu yang lebih tepat, dengan cara yang disukai-NYA. Dan akan lebih abadi, karena sesuatu yang DIA sukai, pasti akan dijaga dan dipelihara-NYA dengan baik pula. Yakin juga, kalu itu adalah bukti sayang dan cinta ALLAH pada kita, yang nggak ngerelain hamba-NYA mendekati zina. Tuh kan, ternyata ALLAH masih sayang sama kita! Makanya mule sekarang kita juga harus membalas dengan meletakkan seluruh cinta kita kepada-NYA, berusaha mematuhi perintah, serta menjauhi larangan-NYA.

Tapi namanya manusia, pasti ada salah dan khilafnya dong! Saya juga ngerasa gitu. Walopun saya udah nulis-nulis itu semua, kadang ingatan saya juga melayang pada tama. Kangen banget. Pengen rasanya ngulang yang dulu-dulu, smsan, telfon-telfonan, ketemuan, tapi semua itu akhirnya saya serahkan sepenuhnya pada takdir-NYA. Lagian, orang yang tulus cintanya, nggak melakukan sesuatu yang memalukan bagi dirinya sendiri maupun agamanya. Semakin tulus cinta seseorang, semakin hati-hati pula dia mengekspresikannya. Jadi saya nggak akan ngejar-ngejar ato nyari-nyari tama lagi, biar semua ALLAH yang menentukan. Karena DIA yang paling tau, apa yang tersirat dan tersembunyi di balik sesuatu, serta yang terbaik bagi masing-masing hamba-NYA. Percaya aja kalu janji ALLAH itu pasti benar adanya.

So, buat teman-teman yang barusan putus, jangan sedih ya! Nggak usahlah disesali, karena pasti ada hikmah di balik semua itu. Dan walopun kita belom tau ada apa sebenernya, pasti ALLAH udah tau yang terbaik bagi kita semua. Asal kita berusaha jadi hamba-hamba-NYA yang lebih baik dari sebelumnya, pasti kita bisa nemuin yang tersirat di balik sesuatu yang menimpa kita. La tahzan, terutama buat para cewek nih, dengerin lagunya sheila on 7 yang ‘untuk perempuan’ dong: tidaklah mawar hampiri kumbang, bukanlah cinta bila kau kejar, tenanglah tenang, aku kan datang dan memungutmu ke hatiku yang terdalam..

Kip spirit! Masih banyak yang bisa kita lakukan walopun kita baruuuu aja patah hati. Broken heart bukan alasan untuk terpuruk dan terpuruk. Come on, wake up! Tunjukin kalu kita adalah prajurit-prajurit yang gagah berani berjuang di jalan ALLAH tanpa air mata patah hati..

October 27 2009 5:27 pm

2 Comments »

  1. No comment deh, aku belum pernah ngerasain patah hati dalam konteks pacaran sih. Btw, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik. Laki-laki yang buruk untuk wanita yang buruk. Mungkin level kamu mulai naik, Ki, sehingga pilihan lelaki baik menurut “Nya” adalah bukan yang kamu anggap baik saat itu. Insya Alloh lelaki itu akan datang dengan penuh kebaikan, setara dengan kebaikan2 yang kau lakukan sembari menunggunya datang. Cieee….3x

  2. blackmimi said

    hehehe, iyo mas, percaya deh, yang langsung merasakan nikmatnya pacaran setelah pernikahan🙂
    amiin, ya semoga saja bisa seperti itu mas, doakan adikmu ini ya, hehehe

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: