ketika kebohongan berujung ketidakbahagiaan

Belakangan saya jadi sering buka websitenya pak Jamil Azzaini, trainer + motivator yang tempo hari sempat saya sebut dalam postingan saya. Situs berupa blog ini berisi puluhan artikel yang, subhanallah, inspiratif dan mencerahkan.

Salah satu artikel yang akan saya bahas di postingan kali ini berjudul “Kebohongan yang Sering Terucap”, yang disarikan dari sebuah situs pengembangan diri (pickthebrain.com) besutan oleh Tracey O’Connor bertajuk “9 Lies Unhappy People Love to Tell”. Intinya, tulisan ini mengupas tentang 9 kebohongan yang sering diucapkan oleh orang-orang yang kurang bahagia berkait kehidupannya.

Yang namanya kebohongan tentunya merupakan sesuatu yang tidak nyata. Namun orang-orang yang kurang bahagia ber-statement bahwa kesembilan hal tersebut realistis alias nyata adanya. Nah, apa aja sih, 9 macam kebohongan itu?? Berikut ini uraiannya.

1. Kebahagiaan harus menunggu segala sesuatunya sempurna
Bagi orang-orang yang kurang bahagia, selaluuu saja ada yang salah dari setiap situasi. Dia tidak pernah bisa mengambil sisi positif sebuah peristiwa. Padahal, berfikir positif dan mencoba berbahagia bahkan di saat-saat sulit akan memberikan energi positif yang akan meningkatkan kualitas hidup, ketimbang dengan berfikir negatif dan terus mengeluh.

2. Hanya ada satu cara untuk memandang segala situasi
Orang-orang yang kurang bahagia cenderung berfikir tidak fleksibel dan menolak percaya bahwa mereka dapat secara aktif mengubah persepsi mereka tentang suatu peristiwa menjadi lebih positif. Peismisme selalu membayangi hari-hari mereka.

3. Saya tau apa yang ada di fikiran orang lain
Men-judge, berprasangka buruk, merasa bahwa orang lain selalu berfikir negatif tentang mereka hampir selalu menguasai fikiran orang-orang yang kurang berbahagia ini. Dimana-mana yang mereka rasakan adalah penolakan dari orang lain.

4. Orang lain harus tau apa yang saya rasakan
Dengan keras kepala, orang-orang kurang bahagia menuntut orang lain untuk tau apa yang mereka rasakan, tapi anehnya, mereka tidak mau proaktif mengkomunikasikan perasaan mereka, yang notabene tidak bahagia itu. Mereka cenderung diam, dan berharap, menunggu action dari orang lain. Nah, bagaimana mungkin orang lain bisa tau apa yang mereka rasakan kalau mereka tidak mampu bersikap asertif??

5. Saya tidak punya kendali atas kehidupan saya dan segala situasinya
Kebanyakan orang-orang kurang bahagia benar-benar percaya bahwa mereka lemah tak berdaya dan hampir tidak bisa melakukan apa-apa untuk memperbaiki kehidupan mereka.

6. Saya tidak akan kecewa jika memikirkan kemungkinan terburuk
Orang-orang bahagia memang kadang merasa kecewa, namun mereka tidak pernah membiarkan perasaan tersebut mengahalangi mereka untuk terus maju. Lain halnya dengan orang-orang kurang bahagia yang terkesan tidak mengizinkan kebahagiaan, semangat dan optimisme hadir dalam rencana yang mereka susun. Mereka tidak cukup berani berharap.

7. Orang-orang sangat bodoh dan norak
Punya perasaan jelek, bahkan selalu menghina hampir semua orang yang kita temui tentu akan menjadikan kita kesepian dan terisolasi. Mungkin kita memang merasa superior dengan merendahkan mereka. Tetapi hinaan, rasa tak suka, tentunya bukan indikator kebahagiaan bukan?? Jadi lebih baik, hargai setiap orang, bagaimanapun noraknya mereka. Anggap saja mereka punya selera dan minat yang berbeda dengan kita dan perbedaan itu akan memperkaya kehidupan kita.

8. Berfikir tentang kegagalan adalah suatu hal yang realistis
Hampir sama dengan point kedua dan keenam, mereka lebih sering berfikir kemungkinan gagal, daripada kemungkinan berhasil. Memang, segala yang terlaksana belum tentu sebaik yang direncanakan. Tapi dengan selalu berfikir negatif akan membuat kita tidak berani melangkah maju.

9. Dunia adalah tempat yang menyebalkan, menyedihkan, bahkan berbahaya
Memang dunia bukan tempat yang 100% indah dan menyenangkan, tapi bukan berarti 100% menyebalkan bukan?? Selalu ambil sisi positif dari semua peristiwa dan rasakan dunia menjadi jauh lebih ramah dari yang kita kira.

Psssst, hati-hati, jika Anda merasa salah satu, atau kesemuanya, mencerminkan fikiran Anda, berarti Anda termasuk orang-orang yang kurang bahagia. Hmm, semoga kita bukan termasuk salah satunya ya. Dan semoga kita juga tidak menjadi orang yang pura-pura bahagia padahal dalam hati tidak bahagia, amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: