What Do you Think About Happiness??

Halo teman-teman, apa kabar? Kayaknya udah lama banget ni, saya nggak ngeblog, apalagi di wordpress. Selama ini saya lebih sering ngeblog via tumblr *halah, padahal udah sebulanan nggak ngepost juga. Nah, kalo di wordpress ini malah udah 2 bulan!! Kangen juga ternyata, nulis-nulis nggak jelas gini.

Kali ini, saya mau berbagi cerita aja deh, bisa dibilang cerita, bisa dibilang pengalaman, bisa dibilang pesan-pesan, pokoknya saya mau ngomongin tentang KEBAHAGIAAN, dan cara-cara meraihnya. Hehe, serius banget ya?? Biarinlah, ni efek dari baca buku La Tahzan untuk Wanita-nya Dr. Aidh Abdullah al Qarni, yang 2 minggu yang lalu habis dibeli dari Islamic Book Fair, dan sekarang mau coba saya share.

Saya yakin semua orang pasti ingin hidupnya bahagia. Berbagai cara dilakukan agar dapat meraih kebahagiaan hidup. Tapi nggak jarang juga, sudah melakukan berbagai cara agar bahagia, masih aja merasa nggak bahagia. Nah, sebenernya apa sih rahasia kebahagiaan itu??

Sebelum membahas rahasia kebahagiaan, lebih baik kita ketahui apa saja pemicu ketidakbahagiaan itu. Menurut Pak Jamil Azzaini, motivator + inspirator dari Kubik Training sekaligus penulis buku tentang suksesmulia, beberapa hal berikut ini bisa menjadi pemicu penderitaan seseorang.

    1. menyesali masa lalu
    2. menolak/mengingkari kenyataan sekarang
    3. mengkhawatirkan masa depan
    4. tidak bisa memaafkan kesalahan, baik diri sendiri maupun orang lain
    5. terlalu sering memikirkan komentar orang lain tentang kita

Nah, kalo kita merasa salah satu atau kelimanya menghantui hari-hari kita, ati-ati aja, berarti hidup kita sedang nggak bahagia, hihihi. Jujur aja, pertama kali baca KulTwit beliau, agak kesindir juga saya. Gimana enggak?? Hampir kelima poin itu pas banget menggambarkan diri saya. Apalagi waktu itu saya sedang down-down-nya gara masih belum bisa menerima kenyataan bahwa saya kini resmi bermukim di ibukota, meninggalkan jogja tercinta dan berjuta kenangannya *lebay.

Bulan-bulan pertama di jakarta menjadi bulan-bulan terberat dalam hidup saya. Puncaknya, saya benar-benar down pada tanggal 10 Maret 2011, setengah bulan yang lalu. Entah apa yang membuat saya benar-benar bete berat waktu itu. Rasanya segala ke-annoying-an menumpuk jadi satu, hingga membuat saya menangis bombay *ga ada yang tau sih, hehehe. Tapi rasa sebel, sedih, mellow nggak karuan itu alhamdulillah bisa saya minimalisir setelah menuliskan semua kesebelan pada file berlabel ‘curhaaaaaaat’ pada komputer kantor saya. Biasalah, mungkin memang sosok introvert, halah.

Dan kini, 15 hari berlalu sejak hari itu. Saya berani mengumumkan bahwa saya kini sudah benar-benar terbebas dari rasa tidak bahagia. Ternyata rahasia kebahagiaan sangat simpel. SYUKUR DAN SABAR. Hanya dengan dua kata itu, saya menemukan kebahagiaan hidup sekarang. Percaya saja, bahwa semua yang datang dari Allah itu baik bagi kita. Walaupun awalnya mungkin nggak bisa kita terima, dengan mengubah mindset, insyaallah semua yang nggak baik dan nggak menyenangkan, jadi terasa ringan-ringan saja dijalani.

Oiya, ada lagi nih, syukuri semua yang ada di hadapan kita saat ini, karena kita pasti akan menyesal jika akhirnya kehilangannya. Beneran lho itu, saya aja baru merasakan nikmatnya jadi orang jogja setelah saya akhirnya hidup di jakarta. Hahaha, parah banget ya. Itu semua mungkin karena kurang bersyukur. Makanya, saya sekarang nggak mau melewatkan hari ini terlewatkan begitu saja, tanpa bisa dinikmati. Kalo teman-teman liat saya sekarang, mungkin keliatannya kurang bahagia ya. Setiap senin-jumat mendekam di kantor selama 9 jam lebih, pulang ke kos sudah malam naik metromini dan masih harus mencuci baju, besok paginya harus nyetrika dan siap-siap ke kantor lagi, begitu terus sepanjang hari. Memang sebuah sistem yang membosankan *begitu kata seorang teman.

Tapi alhamdulillah, saya fine-fine aja lho sekarang. Dengan rutinitas seperti itu saya malah jadi nggak ada waktu buat bermellow-mellow, melamun, dan memikirkan hal nggak berguna. Bahkan saya merasa hidup jadi teratur. Nah, makanya itu karena saking teraturnya, saya sekarang pengen membuat weekend jadi hari yang sangat spesial, dan tentunya bermanfaat bagi saya dan orang-orang di sekitar.

Yaudah deh, udah hampir jam 6 nih. Waktunya pulang. Hehehe. Sampai ketemu lagi di cerita selanjutnya yaa. Inget nih, kalo pengen bahagia, ya berbahagialah!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: