karang, Bisakah Aku Sepertimu?? *sebuah refleksi diri

malam minggu.. sendirian di kamar..hujan yang turun tak terlalu deras membuat malas penghuni rumah (bapak ibu memilih bermalas-malasan di kamar) dan aku sendirian, tanpa teman ngobrol.. sendiri, memang aku sendiri.. tapi aku sama sekali tak merasa kesepian..

padahal kau tau, hari-hari sebelum ini, aku paling anti sama kesendirian.. bagiku semua kesendirian itu menyakitkan.. semua mengejawantahkan sepi yang menyiksa.. ah, tentu saja kesendirian yang kumaksud ini adalah kesendirian tanpa kehadiran seorang kekasih.. dulu sebelum saat ini, memang aku sangat berorientasi pada cowok, pacar, kekasih, atau apapun namanya..pokoknya ga suka buanget jadi jomblo deh.. bagiku, jomblo itu garing banget.. handphone sepi terus ga ada yang sms atau telfon.. malem minggu juga bete gara-gara ga ada yang ngapel atau ngajak jalan..

tapi itu dulu, dulu sebelum sekarang.. sebelum aku membaca “Moga Bunda Disayang Allah” nya tere-liye untuk kedua kalinya.. mungkin aku memang cuma orang yang gampang sekali terprovokasi sama buku, lagu, atau film (begitu seseorang pernah menghinaku).. tapi bagiku, itu adalah inspirasi.. kau tau, apa pesan yang diselipkan penulisnya dalam buku ini??

“kebahagiaan adalah kesetiaan.. setia atas indahnya merasa cukup.. setia atas indahnya berbagi.. dan setia atas indahnya ketulusan berbuat baik”

karang, nama salah satu tokoh utama dalam buku ini.. pemuda luar biasa yang mendedikasikan hidupnya untuk kebahagiaan anak-anak, terutama anak-anak yang hidup di jalanan.. masa lalunya yang kelam, hidup di jalanan, tanpa pernah mengenal orang tua, mempertemukannya dengan sepasang suami-istri tanpa anak, yang kemudian mengangkatnya sebagai anak asuh.. dia disekolahkan di kota dan tumbuh menjadi anak yang hebat, tak cuma cerdas intelegensi, tapi juga cerdas dalam berempati, terutama dengan nasib anak-anak yang kurang beruntung.. masa lalunya yang kelam menimbulkan dendam positif dalam dirinya.. dia bertekad, tidak akan lagi membiarkan anak-anak itu selamanya hidup di jalanan, tanpa ilmu, tanpa keterampilan, tanpa masa depan yang jelas.. karang sangat yakin, janji kehidupan yang lebih baik tergenggam di tangan-tangan mungil mereka, terjejak di kaki-kaki kecil mereka.. oleh karenanya, didirikanlah belasan taman bacaan untuk anak-anak jalanan tersebut.. taman bacaan yang tidak sekedar rumah singgah bagi mereka yang menyediakan buku-buku bacaan.. lebih dari itu, dengan taman bacaan yang didirikannya, anak-anak yang hidup di jalanan itu dibuat yakin bahwa mereka bisa mewujudkan mimpi-mimpi mereka, menjadi orang besar.. mereka diajari membaca, menulis, didongengi cerita-cerita yang akan memotivasi mereka untuk menjadi seseorang, dilatih bicara di depan umum, bermain musik, dan tentu saja, bersyukur, berbagi, dan berbuat baik.. dengan bekal itulah, anak-anak yang dulunya brutal (mungkin tukang palak, pengamen jalanan), pecundang (mungkin anak-anak yang menjadi korban pemalak), dan  kurang beruntung (memiliki keterbatasan fisik atau mental) berubah menjadi anak-anak yang manis, senang berbagi, berbuat baik, dan tentunya semangat besar bahwa mereka bisa mewujudkan semua mimpi dan cita-cita mereka.. bahkan dalam buku ini, karang disebutkan bisa membuat bocah lumpuh layu dapat berlari..

tokoh karang memang fiktif belaka.. tapi ini sudah lebih dari cukup untuk menginspirasiku menjadi orang yang nggak hanya memikirkan diri sendiri.. kuakui, dulu aku memang hanya memikirkan aku, terutama kisah-kisah cintaku.. semua hal kubuat mellow.. seakan aku makhluk paling malang di dunia karena sering ditinggalkan cinta.. padahal, kehidupan nggak melulu soal cinta (kepada lawan jenis tentunya).. masih ada banyak hal yang lebih prioritas untuk difikirkan dan dilakukan.. sementara aku?? apalah aku ini, sudah hampir 23 tahun hidup di dunia, sudah bisakah aku menebar kebahagiaan yang nggak cuma untuk satu – dua nama, tapi komunal, untuk sesamaku?? khususnya untuk orang-orang kurang beruntung yang ada di sekitarku.. apakah aku sudah bisa memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarku?? bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.. dan rahasia kebahagiaan adalah dengan membuat orang lain bahagia.. sudahkah aku menjadi orang yang seperti itu?? atau kehadiranku di dunia ini hanya menambah beban dunia yang sudah berat, karena lebih banyak keluhan yang keluar dari mulitku, ketimbang kemanfaatanku bagi orang-orang selainku?? Ya Allah, kumohon.. jangan jadikan aku orang yang seperti itu..

tokoh karang, memang fiktif belaka.. tapi sedikit banyak manifestasinya pernah kutemukan pada diri seseorang yang kukenal.. seseorang yang dulu aku sering sekali berseberangan pemikiran dengannya.. seseorang yang menurutku dulu, terlalu idealis, muluk-muluk, dan berlebihan dalam cara pandangnya terhadap kesusahan orang lain.. sekarang aku ingin minta maaf.. ternyata dia yang benar.. dan aku menyatakan dukungan untuk semua mimpi-mimpinya.. terutama dengan statement-nya “mengubah cara pandang mereka  (baca: orang-orang yang hidup di jalanan) dari meminta menjadi memberi” dan “orang miskin yang malu mengakui bahwa mereka miskin”.. aku yang terlalu egois.. sekarang aku ingin sekali membantunya.. karena sekarang aku juga punya mimpi yang sama dengan salah satu mimpi besarnya.. baru sekarang aku menyadarinya.. aku merasa sudah sangat jauh tertinggal.. tapi aku nggak tau gimana cara memulainya..

ya Allah, beri petunjukMu ya, supaya aku bisa juga bermanfaat bagi selanku.. supaya kehadiranku bisa menjadi sumber kebahagiaan orang-orang yang membutuhkan.. lunakkanlah hatiku, tajamkanlah rasaku, sehingga penderitaan orang lain terasa juga olehku.. amiiiiiin..

doaku di malam minggu yang kini tak lagi hujan, 22:23

2 Comments »

  1. air said

    amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn..
    Allah udah nyadarin km kiii.. brarti itu tanda kalau km harus memulainya.. smoga d mudahkan..
    smoga qt jd org yg “ringan tangan” yaa ^^

    • blackmimi said

      amiiiin, semoga doa-doa kita untuk kebaikan duia ini diijabah Allah, mak🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: